457 Kebakaran di Jakarta, Kasus Terbanyak di Jakbar dan Jaktim

Bella

Rabu, 02 September 2026 | 11:17 WIB
457 Kebakaran di Jakarta, Kasus Terbanyak di Jakbar dan Jaktim
Ilustrasi kebakaran. [Ist]
baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung menyatakan Jakarta Barat dan Jakarta Timur mencatat kasus kebakaran tertinggi dari total 457 kejadian.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendistribusikan Alat Pemadam Api Ringan di setiap Rukun Warga guna mencegah perluasan kebakaran.
  • Korsleting listrik bersama pembakaran sampah dan kelalaian warga diidentifikasi sebagai faktor utama pemicu musibah kebakaran.

Suara.com - Jakarta Barat dan Jakarta Timur menjadi dua wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak di DKI Jakarta. Kepadatan penduduk disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kedua wilayah tersebut memiliki potensi kebakaran lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan dari total 457 kejadian kebakaran yang tercatat, Jakarta Barat menempati posisi tertinggi, disusul Jakarta Timur.

“Untuk kebakaran dari 457 (kejadian) yang paling banyak di Jakarta Barat, kedua di Jakarta Timur. Memang ini dua wilayah yang potensinya tertinggi yaitu di Barat itu ada Kecamatan Tambora, di Timur itu ada Cakung, itulah petanya,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Rabu.

Pramono tidak merinci jumlah kebakaran yang terjadi secara khusus di Kecamatan Tambora dan Cakung. Namun, ia menyebut sebanyak 240 kejadian kebakaran berlangsung di Jakarta Barat dan Jakarta Timur sepanjang Agustus.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena potensi kebakaran dapat meningkat selama musim kemarau. Cuaca yang lebih panas juga dinilai berisiko memperparah kondisi lingkungan, termasuk meningkatkan ancaman kekeringan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono menyebut korsleting listrik menjadi dugaan penyebab kebakaran yang paling dominan. Selain itu, pembakaran sampah dan kelalaian warga, seperti membuang puntung rokok sembarangan, turut menjadi faktor penyebab.

Untuk memperkuat pencegahan di tingkat lingkungan, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program satu RW satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Sedangkan untuk APAR saya meminta setiap RW memilikinya. Dan karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya,” ujar Pramono.

Pramono meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta tetap meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

baca juga

Warga diminta menggunakan air secara bijak, tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan APAR tersedia di lingkungan, serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan potensi kebakaran.

“Mari jadikan semangat Jaga Jakarta sebagai gerakan bersama. Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita dalam menjaga keselamatan dan melindungi seluruh warga Jakarta,” kata Pramono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdampak El Nino, Dua Kelurahan di Jakarta Mulai Kekeringan

Terdampak El Nino, Dua Kelurahan di Jakarta Mulai Kekeringan

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:33 WIB

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 06:00 WIB

Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?

Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 07:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 19:54 WIB

Lelah Menjadi Korban, Kenapa Rakyat yang Diminta Padamkan Karhutla?

Lelah Menjadi Korban, Kenapa Rakyat yang Diminta Padamkan Karhutla?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:56 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:38 WIB

Kenapa Matahari Tampak Merah dan Jingga Saat Karhutla? Ini Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah dan Jingga Saat Karhutla? Ini Penjelasannya

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:25 WIB

Andai Sekolah Tetap Masuk saat Karhutla, Ini Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Andai Sekolah Tetap Masuk saat Karhutla, Ini Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan Anak

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 16:05 WIB

Pengungsi Kebakaran Gambir Mulai Dapat Layanan Kesehatan hingga Urus KTP

Pengungsi Kebakaran Gambir Mulai Dapat Layanan Kesehatan hingga Urus KTP

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:54 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×