Sekolah Tetap Masuk Saat Karhutla Kalteng, Mendikdasmen: Jangan Paksa Anak Jika Berisiko Kesehatan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 02 September 2026 | 12:16 WIB
Sekolah Tetap Masuk Saat Karhutla Kalteng, Mendikdasmen: Jangan Paksa Anak Jika Berisiko Kesehatan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti meminta pemerintah daerah mematuhi surat edaran terkait keselamatan siswa di tengah karhutla Kalteng.
  • Pemprov Kalteng menerapkan pembelajaran jarak jauh mulai 31 Agustus 2026 guna melindungi kesehatan pelajar dari paparan kabut asap berbahaya.
  • Pemerintah daerah diberi kewenangan mengatur teknis pembelajaran wilayah masing-masing dengan tetap mengacu pada kebijakan nasional yang berlaku.

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menanggapi pelaksanaan pembelajaran di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sempat menjadi sorotan.

Mu'ti meminta pemerintah daerah mengikuti pedoman yang telah diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terutama terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar memang harus tetap berlangsung. Namun, pelaksanaannya tidak boleh membuat anak-anak berada dalam situasi yang berisiko terhadap kesehatan mereka akibat paparan asap karhutla.

"Soal kasus di Kalimantan Tengah itu, menurut saya memang sebaiknya pemerintah daerah mengikuti surat edaran yang sudah kami terbitkan itu," kata Mu'ti ditemui di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

"Karena kalau sampai anak-anak dipaksakan untuk belajar karena alasan-alasan tertentu yang berisiko terhadap kesehatan mereka ya saya kira itu tidak seharusnya dilakukan," katanya menambahkan.

Mu'ti menjelaskan bahwa kementeriannya sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan sekolah di wilayah terdampak karhutla.

Ia memastikan bahwa pemerintah tidak bermaksud menghentikan proses belajar selama karhutla.

Aturan tersebut hanya mengatur cara dan lokasi pembelajaran agar anak tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa harus terpapar kondisi udara yang membahayakan.

"Kami sudah menerbitkan surat edaran menteri yang kami susun bersama dengan kementerian dan lembaga terkait mengenai pembelajaran di daerah yang terdampak oleh Karhutla. Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

baca juga

Ia mengatakan pembelajaran tetap perlu dilaksanakan, tetapi harus diprioritaskan di lingkungan yang aman.

"Kegiatan pembelajaran tetap perlu dilaksanakan tetapi pelaksanaannya diprioritaskan di pertama lingkungan yang aman. Nah lingkungan yang aman itu bisa di rumah dengan pembelajaran jarak jauh atau mungkin di tempat-tempat tertentu yang disediakan untuk mereka dapat belajar," jelas Mu'ti.

Mu'ti menyadari kondisi karhutla dan kualitas udara tidak selalu sama di setiap daerah. Karena itu, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menentukan teknis pelaksanaan pembelajaran sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

Namun, kewenangan tersebut tetap harus berjalan dalam koridor kebijakan nasional yang telah ditetapkan Kemendikdasmen.

"Kebijakan mengenai pelaksanaannya memang kami berikan otoritas kepada pemerintah daerah tapi tetap mengacu kepada apa yang kami tetapkan sebagai ketentuan secara nasional," tegas Mu'ti.

Sebelumnya, pelaksanaan sekolah di sejumlah wilayah Kalteng menjadi perhatian di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyampaikan dampak libur sekolah terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan dan menuai kritik dari warganet.

Namun, sehari kemudian Pemprov Kalteng menerbitkan kebijakan PJJ untuk satuan pendidikan yang berada di wilayah terdampak kabut asap dengan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tidak sehat hingga berbahaya. Kebijakan tersebut mulai diterapkan 31 Agustus 2026 untuk SMA, SMK, dan SKh.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Mendikdasmen tentang penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap karhutla yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026. Pedoman itu dibuat agar layanan pendidikan tetap berjalan secara aman, adaptif, terkoordinasi, dan berkesinambungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 06:00 WIB

Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?

Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 07:55 WIB

Lelah Menjadi Korban, Kenapa Rakyat yang Diminta Padamkan Karhutla?

Lelah Menjadi Korban, Kenapa Rakyat yang Diminta Padamkan Karhutla?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:56 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai Filipina, Udara Manila Buruk

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×