Perang AS-Iran Memanas Lagi, Tapi Harga Minyak Dunia Turun Segini

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 09:00 WIB
Perang AS-Iran Memanas Lagi, Tapi Harga Minyak Dunia Turun Segini
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melandai akibat meredanya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.

  • Donald Trump menegaskan serangan terhadap Iran telah menghancurkan fasilitas militer di Selat Hormuz.

  • Aktivitas kapal komoditas di Selat Hormuz menurun di tengah pengetatan aturan oleh Iran.

Suara.com - Pasar minyak dunia mulai bergerak melandai akibat ketidakpastian dampak serangan militer susulan antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (3/9/2026). Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi terganggunya jalur distribusi energi dari kawasan Timur Tengah.

Kontrak berjangka Brent merosot 43 sen atau 0,45 persen menuju posisi 95,2 dolar AS per barel pada pukul 00.29 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS terkoreksi 24 sen atau 0,26 persen ke level 90,77 dolar AS.

Koreksi harga terjadi setelah volatilitas tinggi pada sesi sebelumnya, di mana kedua patokan sempat melonjak hingga 2 dolar AS sebelum jatuh 1 dolar AS per barel. Lonjakan tersebut bahkan sempat membawa harga Brent dan WTI menyentuh titik tertinggi sejak 24 Juli lalu.

Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]
Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]

Pelepasan tekanan harga minyak ini dipicu oleh indikasi awal meredanya ketegangan militer di lapangan. Analis pasar mencatat tidak ada laporan baku tembak baru sejak Rabu siang waktu Sydney.

Konfrontasi bersenjata terbaru ini menjadi baku tembak paling intensif antara Washington dan Teheran sejak Juli lalu. Isu keamanan ini terus membayangi pasar karena perang telah memasuki bulan ketujuh.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer intensif terhadap sistem radar dan rudal Iran tidak akan berlangsung terlalu lama. Namun, pihak AS menegaskan kesiapan mereka untuk melakukan tindakan serupa kapan saja.

"Kami mengambil semua peralatan baru yang coba mereka bangun di sepanjang Selat Hormuz - beberapa bersifat defensif, beberapa ofensif ... Ini adalah serangan yang sangat berat semalam, dan kami siap melakukan serangan lainnya kapan saja kami mau," kata Trump, dikutip dari reuters.

Pihak analis menilai stabilitas pengiriman minyak sangat bergantung pada konsistensi penghentian kontak senjata tersebut. Jika situasi membaik, lalu lintas kapal tanker di area rawan diperkirakan bakal kembali normal seperti pekan lalu.

"Jika peredaan itu bertahan, dan itu adalah pengandaian yang besar, tidak akan lama sebelum minyak yang bergerak keluar dari Selat melalui transit kapal gelap dan transfer antar-kapal kembali ke tingkat yang kita lihat di akhir pekan lalu," kata anali IG Tony Sycamore.

baca juga

Data pelayaran awal memperlihatkan penurunan aktivitas lalu lintas kapal komoditas di jalur vital perdagangan energi tersebut. Hanya ada empat kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata 10 harian sebanyak 13 kapal.

Di sisi lain, pemerintah Iran memperketat aturan pelayaran di wilayah perairan yang mereka kuasai. Teheran menambah daftar kapal yang dianggap melanggar hukum dan terancam denda, penyitaan, hingga penahanan jika nekat melintas.

Meski demikian, pihak Amerika Serikat mengklaim volume pengiriman energi sempat mencatatkan rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 17 juta barel minyak dilaporkan sukses melintasi Selat Hormuz pada hari Senin.

Jumlah tersebut diklaim sebagai volume harian terbesar yang berhasil melewati Selat Hormuz sejak konflik bersenjata dimulai. Dinamika ini memperlihatkan betapa sensitifnya jalur navigasi tersebut terhadap pergerakan pasokan minyak global.

Latar belakang ketegangan ini berakar dari perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan terakhir. Konflik tersebut berulang kali mengancam keamanan Selat Hormuz, jalur perairan terpenting dunia yang mengalirkan porsi signifikan dari total pasokan minyak global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putin ke Presiden Iran: Saya Kagum dengan Keberanian Anda Perjuangkan Kepentingan Negara

Putin ke Presiden Iran: Saya Kagum dengan Keberanian Anda Perjuangkan Kepentingan Negara

News | Kamis, 03 September 2026 | 08:26 WIB

Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik Pembobol Kapal Perang Amerika Serikat

Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik Pembobol Kapal Perang Amerika Serikat

News | Kamis, 03 September 2026 | 08:05 WIB

Ngamuk! Serangan Drone Iran Hantam Pangkalan Militer AS di 4 Negara Timur Tengah

Ngamuk! Serangan Drone Iran Hantam Pangkalan Militer AS di 4 Negara Timur Tengah

News | Kamis, 03 September 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Perang AS-Iran Memanas Lagi, Tapi Harga Minyak Dunia Turun Segini

Perang AS-Iran Memanas Lagi, Tapi Harga Minyak Dunia Turun Segini

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:00 WIB

Purbaya Akui Sempat Lalai Pantau Kondisi Likuiditas Perbankan

Purbaya Akui Sempat Lalai Pantau Kondisi Likuiditas Perbankan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:54 WIB

BRI Salatiga Tegas Hadapi Fraud, Oknum Pekerja Diproses Hukum dan PHK

BRI Salatiga Tegas Hadapi Fraud, Oknum Pekerja Diproses Hukum dan PHK

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 08:53 WIB

Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan

Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 08:50 WIB

Kasus Jasad Perempuan Terbakar di Demak Terungkap, Pelaku Kekasih Korban!

Kasus Jasad Perempuan Terbakar di Demak Terungkap, Pelaku Kekasih Korban!

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 08:48 WIB

Polisi Singapura Kumpulkan Sampel DNA Keluarga 9 Warganya yang Hilang di Banjir Bandang Nepal

Polisi Singapura Kumpulkan Sampel DNA Keluarga 9 Warganya yang Hilang di Banjir Bandang Nepal

News | Kamis, 03 September 2026 | 08:46 WIB

Harga Emas Turun Tajam di Pegadaian! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Turun Tajam di Pegadaian! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:42 WIB

Putin ke Presiden Iran: Saya Kagum dengan Keberanian Anda Perjuangkan Kepentingan Negara

Putin ke Presiden Iran: Saya Kagum dengan Keberanian Anda Perjuangkan Kepentingan Negara

News | Kamis, 03 September 2026 | 08:26 WIB

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027, Ini Poin Pentingnya

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027, Ini Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:22 WIB

Apa Penyebab Air Menetes di Bawah Kulkas? Ini 7 Cara Memperbaikinya

Apa Penyebab Air Menetes di Bawah Kulkas? Ini 7 Cara Memperbaikinya

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 08:22 WIB

×