Polisi Singapura Kumpulkan Sampel DNA Keluarga 9 Warganya yang Hilang di Banjir Bandang Nepal

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 08:46 WIB
Polisi Singapura Kumpulkan Sampel DNA Keluarga 9 Warganya yang Hilang di Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
baca 10 detik
  • Polisi Singapura mengumpulkan sampel DNA keluarga untuk membantu identifikasi sembilan warga yang hilang.

  • Korban tewas bencana banjir gletser Nepal-Tibet melampaui 1.000 jiwa dengan ribuan orang hilang.

  • Tim krisis dan ahli DVI Singapura dikirim ke Nepal untuk membantu operasi pemulihan.

Suara.com - Polisi Singapura resmi mengumpulkan sampel DNA dari pihak keluarga untuk mengidentifikasi sembilan warga negara Singapura yang masih hilang di Nepal. Langkah medis ini menjadi bagian penting dalam mendukung otoritas lokal mempercepat proses verifikasi jenazah korban banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet.

Upaya pencarian dan penyelamatan terus dipacu walau genap sepekan pascabencana meluluhlantakkan kawasan pegunungan Himalaya tersebut. Lebih dari seribu orang dipastikan tewas, sementara ribuan warga lainnya masih terjebak di area terisolasi.

Penyelidikan intensif dan koordinasi lintas negara terus berjalan ketat demi kepastian nasib para korban. Otoritas Singapura mengirimkan personel khusus untuk memastikan penanganan identifikasi berjalan cepat dan akurat.

Banjir bandang Nepal (Antara)
Banjir bandang Nepal (Antara)

Mengenai langkah pengambilan sampel genetik tersebut, Kepolisian Singapura memberikan pernyataan resminya pada Rabu (2/9).

"Sampel-sampel ini dapat membantu dalam identifikasi korban, dan merupakan bagian dari upaya Singapura untuk mendukung otoritas Nepal dalam operasi pemulihan bencana dan identifikasi korban yang sedang berlangsung," ujar pihak Kepolisian Singapura, dikutip dari CNA.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pengumpulan data medis ini masih berjalan bersama keluarga terdampak tanpa membeberkan perincian teknis lebih lanjut. Di sisi lain, sembilan nama warga Singapura yang hilang telah terdata resmi oleh pemerintah Nepal.

Sembilan warga tersebut adalah Shubakshi Rawla, Sumit Rawla, Estee Loeh, Ghosh Aditi, dan Ng Kit Kuen. Selain itu, nama Rajesvaran Ayyavoo, Rengarajan Prabu, Shalinny Deavy Elan Sozan, serta Subramaniam Diraviam juga masuk dalam daftar pencarian.

Sebagai langkah konkret di lapangan, tim khusus yang membidangi identifikasi korban bencana atau DVI telah diberangkatkan menuju Nepal sejak Senin. Kementerian Luar Negeri Singapura juga mendirikan tim tanggap krisis di lokasi bencana sejak 27 Agustus untuk memberikan bantuan konsuler secara langsung.

Meski demikian, kecemasan mendalam masih menyelimuti pihak keluarga yang menanti kepastian di rumah. Putri dari pasangan Shubakshi dan Sumit Rawla mengaku belum menerima kabar terbaru mengenai proses pencarian orang tua mereka.

baca juga

Petualangan para relawan dan tim SAR di medan berat Himalaya masih menyisakan harapan di tengah situasi krisis. Mereka terus membedah reruntuhan serta menyisir jalur air walau akses darat terputus total.

Fokus pencarian kini tertuju pada ratusan pekerja yang terperangkap di dalam saluran bawah tanah proyek pembangkit listrik. Lebih dari 600 pekerja hidroelektrik diduga kuat masih bertahan di dalam terowongan di utara kota Bidur.

Pemerintah setempat memperkirakan ratusan buruh lainnya juga terjebak pada 11 proyek pembangkit listrik di wilayah Rasuwa dan Nuwakot. Dua wilayah tersebut menjadi titik terparah yang menghambat pergerakan alat berat.

Bencana mematikan ini dipicu oleh luapan air danau gletser di kawasan Himalaya yang membobol tanggul alami hingga memicu banjir bandang dahsyat. Luapan air dalam volume raksasa menerjang permukiman dan infrastruktur di sepanjang perbatasan Nepal dan Tibet tanpa peringatan dini.

Badan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal mencatat jumlah korban jiwa telah melampaui angka 1.000 orang. Sebanyak 987 jenazah berhasil diekstraksi, sementara 3.916 orang terdata hilang dan 11.814 warga berhasil dievakuasi selamat dari maut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:06 WIB

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:41 WIB

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Terkini

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

×