Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB
Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini
Ilustrasi pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumber: Magnific.com
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan Kalimantan berakar dari alih fungsi lahan industri sejak era Orde Baru.

  • Perkebunan skala besar memicu kebakaran hebat, beda jauh dari tradisi berladang terkoordinasi masyarakat adat.

  • Masyarakat adat Dayak kerap dijadikan kambing hitam atas krisis kebakaran lahan di Indonesia.

Suara.com - Media Inggris BBC membuat laporan soal kebakaran hutan di Indonesia yang terus berulang selama beberapa dekade atau 10 tahun. Masalah itu tidak kunjung beres.

Dalam laprorannya, BBC menuliskan bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan dampak nyata dari pengeringan lahan gambut serta alih fungsi hutan skala besar yang telah berlangsung sejak era Soeharto. Peneliti dan lembaga lingkungan menemukan fakta bahwa ekspansi perkebunan komersial serta konsesi kayu industri menjadi dalang utama pembakaran lahan secara murah dan masif.

"Masalah kebakaran hutan di Indonesia sudah berlangsung selama beberapa dekade," begitu judul tulisan BBC.com.

Pola pembakaran skala industri ini berbanding terbalik dengan tradisi berladang giliran yang dipraktikkan oleh masyarakat adat Kalimantan selama berabad-abad. Masyarakat lokal hanya membakar lahan kecil secara terkendali untuk mengembalikan kesuburan tanah melalui abu sisa pembakaran.

Perwakilan masyarakat adat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, Tono, menegaskan bahwa tradisi berladang uma bukit dijalankan dengan aturan adat yang sangat ketat.

"Ini bukan sekadar kegiatan pertanian biasa, melainkan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," kata Tono.

Setiap keluarga hanya menggarap lahan di bawah dua hektar dan wajib menggelar ritual adat sebelum melakukan pembukaan lahan.

"Praktik ini berakar pada upaya menjaga keseimbangan alam dan wujud rasa syukur kepada para leluhur," ujar Tono.

Setelah dipanen beberapa tahun, lahan tersebut dibiarkan mengering dan pulih kembali secara alami sementara petani berpindah ke plot lain. Metode rotasi alamiah ini menjaga struktur ekosistem tanah agar tidak rusak atau terbakar tanpa kendali.

baca juga

Masyarakat adat secara tegas menolak tuduhan yang menyebut metode berladang tradisional sebagai pemicu kebakaran hutan berskala nasional. Tono menyatakan bahwa masyarakat Dayak kerap dijadikan kambing hitam atas bencana karhutla, padahal mereka selalu merencanakan pembakaran dengan kehati-hatian tinggi.

"Masyarakat Dayak sering dijadikan kambing hitam, padahal pembukaan lahan dilakukan dengan perencanaan matang dan kehati-hatian yang tinggi," ungkap Tono.

Hasil riset terhadap gelombang kebakaran besar pada 1982 dan 1997 membuktikan pola penunjukan kesalahan yang tidak adil oleh otoritas. Pemerintah kala itu lebih sibuk menyalahkan petani kecil dan masyarakat adat dibandingkan menindak korporasi industri di Kalimantan.

Secara teknis, pemeringan lahan gambut untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit dan kayu komersial membuat bentang alam sangat rentan terbakar berulang kali. Kondisi kemarau ekstrem akibat El Niño memang mempercepat penyebaran api, namun aktivitas manusia dalam alih fungsi lahan masiflah yang memperparah kabut asap.

Krisis kebakaran hutan di Indonesia bukanlah fenomena baru, melainkan akumulasi dari kebijakan tata guna lahan yang keliru selama puluhan tahun. Sejak era Orde Baru, kawasan hutan hujan dan lahan gambut luas di Kalimantan dibuka secara masif untuk proyek pembangunan skala besar, pembalakan kayu, dan perkebunan.

Dampak dari pembukaan lahan skala besar tersebut merusak sistem penyerapan air alami gambut sehingga menciptakan bahan bakar kering yang mudah tersulut. Akibatnya, kebakaran lahan industri meluas tanpa kendali serta memicu dampak kesehatan masyarakat dan kerusakan lingkungan dalam skala global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:19 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 07:30 WIB

Kabut asap Kepung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Kabut asap Kepung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×