Begini Penjelasan Ilmiah Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai ke Filipina

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 13:55 WIB
Begini Penjelasan Ilmiah Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai ke Filipina
Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
baca 10 detik
  • Angin monsun habagat membawa kabut asap kebakaran hutan Indonesia hingga mencapai wilayah Filipina.

  • Ribuan warga di Sumatra dan Kalimantan mengalami infeksi pernapasan akibat paparan asap beracun.

  • Kabut asap tebal mengganggu operasi udara pemadam kebakaran dan memperburuk penderitaan korban banjir.

Suara.com - Angin monsun berembus dari selatan khatulistiwa membawa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan hingga merambah wilayah Filipina. Fenomena lintas negara ini memperparah krisis kesehatan masyarakat yang sebelumnya sudah tertekan oleh bencana banjir bandang.

Ribuan warga di Sumatra dan Kalimantan kini harus menjalani perawatan medis mendesak akibat infeksi saluran pernapasan akut. Di saat bersamaan, partikel beracun hasil pembakaran lahan tersebut terus mengancam keselamatan jutaan penduduk di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi ini menciptakan ancaman ganda yang sangat mengejutkan bagi warga Filipina di tengah kepungan banjir setinggi pinggang. Paparan polusi udara ekstra tersebut kini menjangkau wilayah Metro Manila, Luzon, hingga Kepulauan Visayas.

Laporan BBC Internasional, pakar meteorologi Filipina mengonfirmasi bahwa pola pergerakan udara bernama habagat menjadi penentu utama penyebaran polusi ini. Sistem cuaca monsun barat daya tersebut mengangkut polutan berbahaya menyeberangi lautan menuju utara.

Selain membawa kabut beracun, sistem habagat juga memicu hujan lebat tanpa henti di Filipina sepanjang Agustus. Kombinasi cuaca ekstrem ini melumpuhkan aktivitas harian serta merusak mata pencaharian jutaan penduduk setempat.

Sementara itu, titik api berukuran sangat besar di wilayah Indonesia masih terus berkobar dan sulit dipadamkan selama berminggu-minggu. Kebakaran hebat tersebut memuntahkan asap tebal yang membahayakan jutaan jiwa di pulau Sumatra dan Kalimantan.

Kepulan asap tebal di udara kini sangat membatasi jarak pandang penerbangan di lokasi bencana. Kendala visual ini membahayakan operasi pesawat pemadam kebakaran serta armada hujan buatan yang dikerahkan pemerintah.

Kualitas udara yang buruk dilaporkan terus memburuk hingga melintasi batas negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Peningkatan jumlah pasien rumah sakit menjadi bukti nyata dampak buruk krisis lingkungan ini.

Seorang reporter BBC Indonesia di Kalimantan Selatan melaporkan bahwa bau menyengat dari kebakaran hutan menembus masker. Kesaksian langsung ini menggambarkan betapa pekatnya kadar racun yang menyelimuti pemukiman warga.

baca juga

Upaya pemadaman darat dan udara terus menghadapi hambatan besar akibat tebalnya partikel kabut yang menutupi langit. Pihak berwenang masih berjuang keras menekan munculnya titik api baru di area lahan gambut.

Secara historis, kebakaran hutan di Indonesia kerap dipicu oleh praktik pembukaan lahan secara masif pada musim kemarau. Pembakaran pada area gambut yang dalam membuat api sangat sulit dipadamkan total dan menghasilkan asap melimpah.

Pola pergerakan angin monsun tahunan secara rutin mengalirkan polusi udara ini ke wilayah negara tetangga di utara. Akibatnya, krisis lingkungan domestik berkembang menjadi ancaman kesehatan regional di kawasan Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak

Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:49 WIB

Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB

Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×