Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak

Bangun Santoso

Kamis, 03 September 2026 | 13:49 WIB
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
Ilustrasi dampak asap karhutla membuat jarak pandang sangat pendek. (Antara)
baca 10 detik
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni gagal mendarat di Bandara Supadio Pontianak pada Kamis akibat kabut asap tebal.
  • Kunjungan kerja ditunda karena jarak pandang 100 meter, namun akan dijadwalkan ulang jika cuaca membaik.
  • Kementerian Kehutanan menyiapkan bantuan peralatan dan logistik untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Suara.com - Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama rombongan, gagal mendarat di Bandara Supadio Pontianak karena kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

"Di tempat kita ini beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Pontianak, Kamis (3/9/2036).

Kondisi jarak pandang yang hanya sekitar 100 meter membuat pesawat yang ditumpangi Menhut tidak berani mendarat dan kunjungannya ke Kalbar terpaksa ditunda.

Wagub Krisantus mengatakan, apabila kondisi cuaca dan jarak pandang membaik, Menhut Raja Juli Antoni diupayakan tetap hadir di Kalbar untuk melanjutkan agenda yang telah disiapkan, atau paling lambat dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.

Dalam kunjungan ke Kalbar, Menhut dijadwalkan akan meninjau tiga lokasi yang terdampak karhutla, yakni kawasan Limbung, sekitar SMA Negeri 4, dan Rasau Jaya.

Setelah peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kalbar.

Krisantus mengatakan, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa bantuan peralatan untuk memperkuat penanganan kebakaran, termasuk pompa air dan berbagai perlengkapan lainnya dari Kementerian Kehutanan.

"Bantuan rencana pompa air, peralatan-peralatan yang akan dibantu dari Kementerian Kehutanan. Kemudian makanan dan minuman, obat-obatan, masker dan lain sebagainya," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Ia menambahkan, penanganan terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla bukan hal baru di Kalbar. Pada 2019, sejumlah perusahaan juga pernah ditindak, bahkan terdapat kasus yang berujung pada pencabutan izin.

baca juga

"Sudah pernah. Tahun 2019 juga banyak yang sudah kita tindaklanjuti, sampai pencabutan izin," ujarnya menegaskan.

Pemerintah Provinsi Kalbar bersama pemerintah pusat dan unsur terkait pun terus memperkuat koordinasi untuk mengendalikan karhutla, terutama di tengah kondisi asap yang telah mengganggu aktivitas penerbangan dan menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kabut asap bukan hanya berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai menghambat mobilitas serta agenda pemerintah dalam melakukan penanganan langsung di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB

Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:19 WIB

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Filipina Imbau Warga Pakai Masker N95, Warga Kalteng Dibagikan Masker Biasa di Tengah Kepungan Asap

Filipina Imbau Warga Pakai Masker N95, Warga Kalteng Dibagikan Masker Biasa di Tengah Kepungan Asap

Entertainment | Kamis, 03 September 2026 | 12:28 WIB

Rusak Paru-paru Dunia, Legislator PKB Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rusak Paru-paru Dunia, Legislator PKB Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:55 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 07:30 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Terkini

Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor

Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor

News | Senin, 07 September 2026 | 14:16 WIB

Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih

Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:16 WIB

12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon

12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 14:15 WIB

Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang

Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:15 WIB

Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB

Indonesia Dikepung Dua Bencana Sekaligus: Anak Krakatau Meletus, Kalimantan Dikepung Karhutla

Indonesia Dikepung Dua Bencana Sekaligus: Anak Krakatau Meletus, Kalimantan Dikepung Karhutla

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:09 WIB

Tip Dokter Lulusan Harvard Hadapi Abu Krakatau Agar Kulit Tak Iritasi

Tip Dokter Lulusan Harvard Hadapi Abu Krakatau Agar Kulit Tak Iritasi

News | Senin, 07 September 2026 | 14:09 WIB

7 HP Samsung dengan NFC Paling Murah, Transaksi Digital Jadi Makin Mudah

7 HP Samsung dengan NFC Paling Murah, Transaksi Digital Jadi Makin Mudah

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 14:09 WIB

Platform Digital Buka Jalan Talenta Muda Indonesia Kembangkan Passion Jadi Peluang

Platform Digital Buka Jalan Talenta Muda Indonesia Kembangkan Passion Jadi Peluang

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 14:08 WIB

×