- Museum BNPT di Bogor menghadirkan artefak Bom Bali I dan berbagai barang bukti untuk mengedukasi masyarakat.
- Koleksi tersebut berfungsi memperkuat pencegahan bahaya terorisme dan membangun literasi warga.
- Penyajian bukti sejarah ini bertujuan merawat ingatan publik agar menolak kekerasan dan memperkuat karakter kebangsaan.
Museum juga menghadirkan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah kekerasan dan penanggulangan terorisme, termasuk senjata yang pernah digunakan dalam sejumlah kasus.
Penyajiannya diarahkan sebagai bagian dari pembelajaran sejarah, bukan untuk mengagungkan ataupun menormalisasi kekerasan.
Di bagian tengah museum, sebuah monumen obelisk putih berdiri dengan memuat nama-nama korban dari berbagai negara.
Kehadiran nama-nama tersebut menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa terorisme memiliki konsekuensi kemanusiaan yang nyata dan meninggalkan dampak panjang bagi korban, keluarga, serta masyarakat.
Pesan utama yang dibangun melalui ruang tersebut adalah pentingnya merawat ingatan sejarah.
Dengan memahami peristiwa masa lalu secara utuh, masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran dan membangun sikap yang menolak segala bentuk kekerasan.
“Basically, if you didn't know about your history, your nation, your country, that's you fail. Itu filter pertama,“ tegas Dicky.
Dengan dihadirkannya bukti-bukti fisik ini, Museum BNPT diharapkan mampu memperkuat karakter nasional masyarakat agar tidak mudah goyah oleh doktrin radikal.
Dengan demikian, Museum BNPT tidak sekadar menjadi ruang penyimpanan artefak sejarah. Museum ini menjadi ruang pembelajaran publik untuk merawat ingatan, mengambil pelajaran dari masa lalu, dan memperkuat komitmen bersama agar kekerasan dan terorisme tidak kembali terjadi.