Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB
Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah
Monumen obelisk putih memuat nama-nama korban bom Bali dari berbagai negara di Museum Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT, Sentul, Bogor. [Suara.com/Adiyoga]
baca 10 detik
  • Museum BNPT di Bogor menghadirkan artefak Bom Bali I dan berbagai barang bukti untuk mengedukasi masyarakat.
  • Koleksi tersebut berfungsi memperkuat pencegahan bahaya terorisme dan membangun literasi warga.
  • Penyajian bukti sejarah ini bertujuan merawat ingatan publik agar menolak kekerasan dan memperkuat karakter kebangsaan.

Suara.com - Dinding putih Museum Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT Adhi Pradana di Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, menghadirkan ruang edukasi yang mengajak pengunjung memahami sejarah penanggulangan terorisme di Indonesia.

Di antara koleksi yang tersimpan, sebuah mobil Mitsubishi putih bernomor polisi DK 1822 CW menjadi salah satu artefak penting. Kendaraan tersebut merupakan bagian dari sejarah peristiwa Bom Bali I pada 2002 yang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Kepala Biro Umum selaku Kepala Museum BNPT, Marsma TNI Asep Dicky Lukman Wijaya, menjelaskan bahwa keberadaan koleksi sejarah di museum memiliki fungsi penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai bahaya terorisme sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

“Kami memberikan gambaran. Pencegahan itu salah satunya selain tindakan fisik, bahwa di dalam museum ini kami akan menyampaikan beberapa sejarah,“ ujar Dicky di sela kunjungan Suara.com ke lokasi.

Di dalam kabin mobil tersebut, pengunjung bisa melihat langsung rangkaian kotak plastik biru yang saling terhubung kabel rumit sebagai wadah bahan peledak.

Kepala Biro Umum selaku Kepala Museum BNPT, Marsma TNI Asep Dicky Lukman Wijaya menunjukan mobil Mitsubishi putih bernomor polisi DK 1822 CW, salah satu artefak terkait peristiwa Bom Bali I pada 2002. [Suara.com/Adiyoga]
Kepala Biro Umum selaku Kepala Museum BNPT, Marsma TNI Asep Dicky Lukman Wijaya menunjukan mobil Mitsubishi putih bernomor polisi DK 1822 CW, salah satu artefak terkait peristiwa Bom Bali I pada 2002. [Suara.com/Adiyoga]

Sejumlah artefak yang berkaitan dengan berbagai peristiwa tindak pidana terorisme ditampilkan sebagai bagian dari narasi sejarah.

Di antaranya komponen yang pernah digunakan dalam aksi teror, tabung gas, botol kaca yang berkaitan dengan kasus di Solo pada 2012, serta sejumlah barang bukti dari berbagai peristiwa lainnya.

Koleksi tersebut tidak semata-mata ditampilkan sebagai benda sejarah, tetapi menjadi media pembelajaran agar masyarakat memahami bagaimana berbagai bentuk kekerasan dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap kehidupan manusia.

“Siapa yang menyangka, bahwa menggunakan tabung gas seperti ini dia bisa jadi bahan untuk meledakkan?,“ lanjut Dicky.

baca juga

Deretan botol kaca berisi cairan nitroglycerin dari kasus Solo tahun 2012 juga menunjukkan betapa bahayanya bahan kimia jika jatuh ke tangan yang salah.

Panci presto di dalam tas ransel serta rompi bunuh diri dari kasus Surabaya pun terpajang dingin di balik kaca sebagai pengingat akan hilangnya rasa kemanusiaan.

Di sudut lain, senjata mesin M60 bersanding dengan senjata rakitan dari kasus Poso yang menjadi simbol kekerasan nyata di masa lalu.

Komponen yang pernah digunakan dalam aksi teror berupa tabung gas, botol kaca yang berkaitan dengan kasus di Solo pada 2012. [Suara.com/Adiyoga]
Komponen yang pernah digunakan dalam aksi teror berupa tabung gas, botol kaca yang berkaitan dengan kasus di Solo pada 2012. [Suara.com/Adiyoga]

Melalui penyajian artefak tersebut secara kontekstual, pengunjung diajak memahami bahwa benda-benda yang berada di sekitar kehidupan sehari-hari dapat memiliki risiko apabila disalahgunakan.

Karena itu, literasi dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan tangguh.

"Nah, ini sebetulnya literasi ini yang kami mau tampilkan sama anak-anak muda khususnya ya, anak-anak muda kita," kata Dicky.

Museum juga menghadirkan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah kekerasan dan penanggulangan terorisme, termasuk senjata yang pernah digunakan dalam sejumlah kasus.

Penyajiannya diarahkan sebagai bagian dari pembelajaran sejarah, bukan untuk mengagungkan ataupun menormalisasi kekerasan.

Di bagian tengah museum, sebuah monumen obelisk putih berdiri dengan memuat nama-nama korban dari berbagai negara.

Kehadiran nama-nama tersebut menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa terorisme memiliki konsekuensi kemanusiaan yang nyata dan meninggalkan dampak panjang bagi korban, keluarga, serta masyarakat.

Pesan utama yang dibangun melalui ruang tersebut adalah pentingnya merawat ingatan sejarah.

Dengan memahami peristiwa masa lalu secara utuh, masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran dan membangun sikap yang menolak segala bentuk kekerasan.

Basically, if you didn't know about your history, your nation, your country, that's you fail. Itu filter pertama,“ tegas Dicky.

Dengan dihadirkannya bukti-bukti fisik ini, Museum BNPT diharapkan mampu memperkuat karakter nasional masyarakat agar tidak mudah goyah oleh doktrin radikal.

Dengan demikian, Museum BNPT tidak sekadar menjadi ruang penyimpanan artefak sejarah. Museum ini menjadi ruang pembelajaran publik untuk merawat ingatan, mengambil pelajaran dari masa lalu, dan memperkuat komitmen bersama agar kekerasan dan terorisme tidak kembali terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB

Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal

Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:34 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×