Dear Prabowo, Ini Suara Jeritan Warga Asia Tenggara Tersiksa Kebakaran Hutan Kalimantan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 04 September 2026 | 09:45 WIB
Dear Prabowo, Ini Suara Jeritan Warga Asia Tenggara Tersiksa Kebakaran Hutan Kalimantan
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Kabut asap Karhutla Kalimantan meluas hingga ke Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

  • Penurunan kualitas udara yang sangat tidak sehat memaksa penghentian sekolah tatap muka.

  • Otoritas setempat mengimbau warga memakai masker N95 untuk mencegah gangguan pernapasan.

Suara.com - Eskalasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kini menjelma menjadi krisis lingkungan lintas batas yang melumpuhkan ruang publik di 3 negara tetangga. Serangan kabut asap pekat memicu lonjakan Indeks Pencemaran Udara hingga level berbahaya serta memaksa penghentian aktivitas sekolah tatap muka di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Penyebaran polusi udara akibat Karhutla kali ini tercatat sebagai yang terparah sejak krisis ekologis serupa pada 2015 dan 2019. Luapan asap yang melintasi batas negara tersebut langsung berdampak pada penutupan ratusan lembaga pendidikan demi meminimalkan risiko terpapar krisis pernapasan pada anak-anak.

Dampak langsung meluasnya polutan ini paling dirasakan oleh masyarakat di kawasan Sarawak, Malaysia, yang mengalami penurunan kualitas udara secara drastis dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah setempat terpaksa menghentikan sementara proses belajar mengajar secara luring di wilayah Kuching, Samarahan, Serian, Sri Aman, serta Betong.

kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Sumatera Selatan
kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Sumatera Selatan

Muhammad Fazli Bendaud, warga Sarawak, Malaysia, menuturkan hingga saat ini mereka masih dirundung cemas dengan kabut asap yang disebutnya "semakin kuat".

Sebab, hari demi hari, asap kiriman dari Kalimantan semakin tebal. Akibatnya, anak-anak tak bisa sekolah.

"Penduduk yang berada di Sarawak terganggu dengan asap yang semakin hari semakin menebal," ucapnya kepada BBC dikutip, Jumat (4/9/2026).

"Kasihan kita tengok anak-anak yang sekolahnya terpaksa ditutup," ia menambahkan.

"Jadi kami harap ada solusi dari semua pihak supaya dapat diselesaikan dengan baik permasalahan ini. Mungkin bukan untuk masa sekarang, masa akan datang, supaya tidak terus terjadi, terjadi, dan terjadi lagi."

Kondisi tidak kalah memprihatinkan melanda Brunei Darussalam setelah otoritas kesehatan mendeteksi penurunan tajam kualitas udara akibat masuknya partikel asap. Masyarakat lokal mulai melaporkan gangguan kesehatan ringan seperti batuk massal dan iritasi mata.

baca juga

Jangkauan polusi udara ini bahkan menebal hingga ke Filipina dan menyelimuti wilayah Luzon sebagai pulau terbesar di negara tersebut. Lembaga Manajemen Lingkungan dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB) mengonfirmasi keberadaan paparan asap di Metro Manila, Calabarzon, dan Mimaropa.

Akibat buruknya pemantauan udara di Kota Quezon yang menunjukkan status sangat tidak sehat, seluruh sekolah negeri di Metro Manila terpaksa mengalihkan pembelajaran ke sistem daring. Pihak berwenang mengimbau warga agar bertahan di dalam rumah serta mengenakan masker dengan filtrasi tinggi seperti N95.

Estela Lata, seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, bercerita kedua putrinya mengikuti kelas daring setelah pejabat Kota Quezon menangguhkan pembelajaran tatap muka di semua sekolah negeri pada Selasa (01/09).

Ia dan anak-anaknya mulai mengenakan masker, bahkan di dalam rumah kecil mereka.

"Saya khawatir putri-putri saya akan menderita batuk dan flu akibat kabut asap, itulah sebabnya saya meminta mereka mulai memakai masker. Saya harap ini [kabut asap] akan segera berakhir," tutur Estela Lata kepada jurnalis BBC di Filipina, Virma Simonetta Rivera.

Kejadian ini berakar dari kebakaran hutan dan lahan tahunan yang rutin melanda berbagai wilayah perkebunan serta lahan gambut di Kalimantan. Tanpa penanganan konkret dari sumber kebakaran di Indonesia, polusi udara musiman ini dipastikan akan terus berulang dan membahayakan kesehatan serta stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia dan Brunei Seret Masalah Kebakaran Hutan Kalimantan ke ASEAN

Malaysia dan Brunei Seret Masalah Kebakaran Hutan Kalimantan ke ASEAN

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:30 WIB

Apa itu ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution untuk Solusi Kebakaran Hutan Kalimantan?

Apa itu ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution untuk Solusi Kebakaran Hutan Kalimantan?

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:17 WIB

Media Inggris: Indonesia Dianggap Tidak Becus Tangani Kebakaran Hutan

Media Inggris: Indonesia Dianggap Tidak Becus Tangani Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×