AHY Tiba-tiba Soroti Aparat Negara Jadi Antek-antek Politik

Mohammad Fadil Djailani, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 05 September 2026 | 21:41 WIB
AHY Tiba-tiba Soroti Aparat Negara Jadi Antek-antek Politik
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kader tetap berani melihat persoalan yang belum terselesaikan dan membantu pemerintah memperbaikinya. Foto Bagasakara-Suara.com
baca 10 detik
  • AHY ingatkan demokrasi tak boleh hanya sebatas prosedur pemilu.
  • AHY soroti ancaman penyalahgunaan aparat negara untuk kepentingan politik.
  • Netralitas TNI, Polri, ASN dan penegak hukum harus dijaga saat pemilu.

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang akhir-akhir jadi sorotan rakyat banyak.

Dia bilang demokrasi tidak hanya sekadar menjadi rutinitas pemilu, sementara kekuasaan justru minim pengawasan.

Hal itu diungkapkan AHY dalam pidato politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.

AHY menegaskan, keberhasilan menyelenggarakan pemilu secara administratif tidak cukup untuk menyebut demokrasi berjalan sehat. Menurutnya, demokrasi membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab, penegakan hukum yang dipercaya, pers dan masyarakat sipil yang bebas, serta mekanisme checks and balances yang berjalan.

"Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur dan penyelenggaraan Pemilu. Demokrasi membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab, hukum yang dipercaya pers dan masyarakat sipil yang bebas, serta checks and balances yang sehat," ujar AHY.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sorotan terhadap potensi demokrasi yang hanya berjalan secara prosedural. Pemilu memang dapat terlaksana, tetapi kualitas demokrasi dinilai akan bermasalah apabila kritik dibatasi, perbedaan tidak dihormati, dan keputusan pemerintah tidak cukup dipertanggungjawabkan kepada publik.

AHY mengatakan pemerintahan yang kuat tidak boleh berarti pemerintahan yang tertutup terhadap kritik. Sebaliknya, kekuasaan harus tetap dibarengi transparansi dan kesediaan mendengar aspirasi masyarakat.

"Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, sekaligus terbuka terhadap kritik, menghormati perbedaan, menjunjung hukum, dan selalu siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada rakyat," katanya.

Peringatan paling keras AHY diarahkan kepada aparat negara. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu meminta TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, serta seluruh aparatur negara menjaga profesionalitas dan netralitas dalam setiap kontestasi politik.

baca juga

AHY secara tegas mengingatkan agar instrumen negara tidak berubah menjadi alat untuk memenangkan kepentingan politik kelompok tertentu.

"Pemilu harus berlangsung jujur, adil, bebas, dan demokratis. TNI, Polri, Intelijen, Penegak Hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara harus profesional dan netral. Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan politik praktis," tegasnya.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa netralitas aparatur negara masih menjadi salah satu titik rawan yang harus diawasi. Jika kekuatan negara ditarik ke dalam kepentingan politik praktis, menurut pesan AHY, kepercayaan publik terhadap proses demokrasi berpotensi ikut tergerus.

AHY juga menegaskan bahwa legitimasi seorang pemimpin seharusnya tidak lahir dari penggunaan kekuasaan atau fasilitas negara, melainkan dari kepercayaan masyarakat.

"Siapa pun yang menang harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat, dan siapa pun yang kalah harus menghormati kehendak rakyat," pungkas AHY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 21:25 WIB

AHY Tampar Para Politisi: Bukan Seberapa Keras Bicara, Tapi Apakah Rakyat Lebih Sejahtera

AHY Tampar Para Politisi: Bukan Seberapa Keras Bicara, Tapi Apakah Rakyat Lebih Sejahtera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 20:30 WIB

Lepas Jabatan Ketua Umum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'

Lepas Jabatan Ketua Umum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'

Video | Kamis, 03 September 2026 | 20:10 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×