Status Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau

Bangun Santoso

Minggu, 06 September 2026 | 11:05 WIB
Status Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau
Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)
baca 10 detik
  • Ditjen Hubla Kemenhub melarang semua kapal mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September.
  • Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menyatakan kebijakan ini diambil akibat status siaga gunung yang memicu ancaman erupsi bagi pelayaran.
  • Meskipun ada pembatasan zona aman, layanan penyeberangan kapal pada lintasan Merak-Bakauheni dipastikan tetap berjalan normal secara terkendali.

Suara.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan secara resmi mengeluarkan instruksi tegas terkait aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

Pihak otoritas melarang seluruh jenis kapal untuk mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya erupsi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran di salah satu jalur laut tersibuk di Indonesia tersebut.

Larangan ini diberlakukan seiring dengan penetapan status Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III (Siaga).

Peningkatan status ini menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang intens, sehingga area di sekitar kawah menjadi zona berbahaya yang harus dihindari oleh seluruh aktivitas manusia, termasuk lalu lintas kapal motor, kapal nelayan, maupun kapal pesiar.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, memberikan penekanan khusus bagi seluruh armada yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.

Ia meminta agar seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa berubah sewaktu-waktu.

"Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku," kata Yogie dalam keterangan resminya, Minggu (6/9).

Penerapan radius aman ini menjadi standar operasional prosedur yang wajib dipatuhi oleh para pelaut.

baca juga

Partikel vulkanik, lontaran batu pijar, hingga potensi gelombang tinggi yang dipicu oleh aktivitas gunung api di tengah laut menjadi pertimbangan utama dalam penetapan zona larangan tersebut.

Pelanggaran terhadap radius ini dianggap sebagai tindakan yang membahayakan nyawa kru dan keselamatan kapal.

Selain pembatasan jarak, otoritas pelabuhan juga mewajibkan para nakhoda untuk selalu memperbarui data mengenai kondisi alam di sekitar Selat Sunda.

Ia meminta nakhoda memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, BPBD setempat, dan instansi pemerintah terkait.

Kewaspadaan ini mencakup pemantauan terhadap arah angin yang membawa material abu vulkanik.

Abu vulkanik sangat berbahaya bagi mesin kapal karena dapat menyebabkan kerusakan pada sistem filtrasi udara dan mesin penggerak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bandara Soetta Ditutup Akibat Erupsi Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak

Bandara Soetta Ditutup Akibat Erupsi Anak Krakatau, 209 Penerbangan Terdampak

Video | Minggu, 06 September 2026 | 09:30 WIB

Waspada, Hampir Seluruh Wilayah Kota Tangerang Kini Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau

Waspada, Hampir Seluruh Wilayah Kota Tangerang Kini Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 10:23 WIB

Menyebar ke Jabar dan Bengkulu, BMKG Ungkap 2 Klaster Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Menyebar ke Jabar dan Bengkulu, BMKG Ungkap 2 Klaster Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 10:35 WIB

Tetap Tenang Jangan Panik, Ini 6 Langkah Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Tetap Tenang Jangan Panik, Ini 6 Langkah Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:57 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sudah Sampai Depok dan Bogor, Warga Pakai Masker-Kurangi Aktivitas

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sudah Sampai Depok dan Bogor, Warga Pakai Masker-Kurangi Aktivitas

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:51 WIB

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Menyebar Hingga ke Jakarta dan Depok

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Menyebar Hingga ke Jakarta dan Depok

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:33 WIB

Semeru Erupsi Lagi Minggu Pagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter ke Langit

Semeru Erupsi Lagi Minggu Pagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter ke Langit

News | Minggu, 06 September 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×