- PM Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan solidaritas kepada Indonesia terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan kabut asap.
- Pernyataan tersebut disampaikan Anwar setelah berkomunikasi dengan mantan Presiden Indonesia Joko Widodo di Penang, Malaysia.
- Anwar menegaskan hubungan persaudaraan kedua negara tetap bertahan meskipun terjadi pergantian posisi dan tanggung jawab politik.
Suara.com - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi bencana erupsi gunung Anak Krakatau dan persoalan kabut asap akibat karhutla.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar setelah dirinya melakukan komunikasi dengan mantan Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, yang saat ini berada di Penang.
Anwar mengatakan, dalam percakapan tersebut keduanya turut bertukar kabar mengenai perkembangan situasi masing-masing negara. Ia juga menyampaikan perhatian Malaysia terhadap kondisi yang sedang dihadapi Indonesia.
“Malaysia dan Indonesia bukan sekadar negara tetangga, tetapi dua bangsa serumpun yang terikat oleh sejarah, budaya, dan hubungan persaudaraan yang erat,” kata Anwar dikutip dari Malay Mail.
Bagi Malaysia, kedekatan geografis dengan Indonesia membuat berbagai persoalan lintas batas, termasuk kabut asap, menjadi isu yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat di kedua negara.

Anwar pun menegaskan komitmen untuk terus merawat hubungan persaudaraan tersebut.
Ia berharap persahabatan dan rasa saling menghormati antara Malaysia dan Indonesia tetap menjadi fondasi bagi kesejahteraan rakyat serta kemakmuran regional.
Anwar juga meminta maaf karena tidak dapat bertemu langsung dengan Jokowi selama berada di Penang.
Ia menyebut agenda yang telah dijadwalkan sebelumnya bersama petani, peternak, pekebun kecil, serta komunitas agro di Malaysia membuatnya tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut.
Agenda itu berlangsung dalam rangka Malaysia Agriculture, Horticulture and Agrotourism Exhibition (MAHA) 2026.
Anwar menghadiri rangkaian kegiatan hingga acara penutupan pameran tersebut pada Minggu.
Meski tidak bertemu langsung, Anwar menegaskan hubungan Malaysia dan Indonesia akan terus dijaga.
Menurut dia, pergantian posisi dan tanggung jawab politik tidak seharusnya mengubah hubungan persahabatan kedua negara.
“Posisi dan tanggung jawab dapat berganti tangan, tetapi persahabatan dan rasa saling menghormati akan tetap bertahan,” ujar Anwar.
Ia menekankan hubungan erat Malaysia dan Indonesia akan terus dipelihara demi kepentingan masyarakat kedua negara.