Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

Muhamad Yasir

Senin, 07 September 2026 | 08:42 WIB
Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan debu atau abu vulkanik yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). [ANTARA]
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau berdampak pada tiga kabupaten di Lampung dan Banten serta memicu imbauan kesehatan masyarakat.
  • Enam bandara ditutup sementara hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB akibat sebaran abu vulkanik yang membahayakan penerbangan.
  • Aktivitas penyeberangan Selat Sunda tetap berjalan normal meskipun otoritas pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan penuh.

Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau paling berdampak terhadap tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemantauan terhadap wilayah terdampak abu vulkanik terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

"Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit," ungkap Berton dikutip dari ANTARA, Senin (7/9/2026).

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan, seperti masker dan kacamata. Warga juga diminta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah.

Selama wilayah masih terpapar abu vulkanik, warga diimbau memperbanyak aktivitas di dalam rumah. Apabila mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menteri Kesehatan juga telah menginstruksikan puskesmas di daerah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah turut mengantisipasi kemungkinan pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC) jika diperlukan.

Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penutupan mesin pesawat dilakukan untuk mencegah masuknya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengguyur Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penutupan mesin pesawat dilakukan untuk mencegah masuknya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengguyur Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU

Enam Bandara Sempat Ditutup

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap operasional penerbangan.

Otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan serta sebaran abu vulkanik.

baca juga

Abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam penerbangan karena material tersebut dapat membahayakan keselamatan pesawat.

Setidaknya hingga Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB, enam bandara masih ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik. Keenamnya yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pengecekan kondisi wilayah bandara. Bandara tersebut ditutup sementara pada Sabtu (6/9) pukul 12.00 WIB demi memastikan keselamatan penerbangan.

"Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan," katanya.

Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik.

Informasi mengenai kondisi penerbangan juga diperbarui setiap empat jam sebagai dasar menentukan operasional bandara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

News | Senin, 07 September 2026 | 08:04 WIB

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

News | Senin, 07 September 2026 | 07:47 WIB

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

News | Senin, 07 September 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:08 WIB

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Ada Bonus Aksesori hingga Rp3 Juta

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Ada Bonus Aksesori hingga Rp3 Juta

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Putusan MK Jadi Bola Panas, DPR Bisa Mulai Pemakzulan Gibran!

Putusan MK Jadi Bola Panas, DPR Bisa Mulai Pemakzulan Gibran!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap

Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga

Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:18 WIB

×