- Polisi meringkus pria berinisial NJ di Jakarta Pusat karena menjambret WNA India pada hari Minggu.
- Dua pelaku bermotor merampas ponsel korban WNA India saat berjalan kaki di kawasan Menteng pada Jumat.
- Polisi kini masih memburu satu pelaku lain dan mencari barang bukti ponsel korban yang belum ditemukan.
Suara.com - Polisi menangkap seorang pria berinisial NJ yang diduga menjambret telepon genggam milik warga negara (WNA) asal India di Jalan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
NJ ditangkap pada Minggu (6/9/2026), dua hari setelah aksi penjambretan tersebut terjadi. Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung membenarkan penangkapan tersebut.
“Terduga pelaku sudah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Reynold kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Korban Dijambret Saat Berjalan Kaki
Peristiwa penjambretan terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban tengah berjalan kaki dari hotel menuju tempat ibadah di kawasan Menteng.
Di tengah perjalanan, korban didatangi dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
“Di lokasi kejadian, telepon genggam korban direbut paksa oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Setelah menguasai barang tersebut, keduanya langsung melarikan diri,” ujar Reynold.
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Petugas kemudian menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengantongi identitas salah satu pelaku dan melakukan penangkapan terhadap NJ.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, helm, serta pakaian yang diduga digunakan saat melakukan penjambretan.
Polisi Buru Satu Pelaku Lain
Meski telah menangkap satu orang, polisi masih memburu pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi tersebut.
Selain itu, polisi juga menelusuri pihak yang diduga menerima barang hasil kejahatan serta mencari telepon genggam milik korban yang hingga kini belum ditemukan.
“Kami juga masih mencari barang bukti utama dan pihak lain yang berkaitan dengan perkara ini,” ungkap Reynold.