Malaysia Terdampak Karhutla Indonesia Sampai Harus Bikin Hujan Buatan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 September 2026 | 13:42 WIB
Malaysia Terdampak Karhutla Indonesia Sampai Harus Bikin Hujan Buatan
Ilustrasi udara akibat kebakaran hutan yang memperlihatkan kobaran api dan asap secara dramatis. (dok.Pexels/K)

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa dampak bencana lingkungan tidak berhenti di batas wilayah. Asap dari kebakaran di Indonesia dilaporkan turut memengaruhi kualitas udara di Sarawak, Malaysia, yang berbatasan langsung dengan Kalimantan.

Kondisi geografis dan pola angin musiman membuat asap dapat bergerak melintasi perbatasan. Bagi warga Sarawak, dampaknya terasa melalui memburuknya kualitas udara dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Sarawak menjalankan operasi penyemaian awan selama tiga hari untuk membantu mengurangi dampak kabut asap sekaligus menambah cadangan air menjelang periode yang diperkirakan lebih panas dan kering.

Operasi tersebut menyasar tiga bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan 13 kawasan tangkapan air di Sarawak.

Ketua Komite Pengelolaan Bencana Sarawak, Douglas Uggah Embas, mengatakan penyemaian awan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan ketersediaan air sebelum kondisi semakin kering.

“Bulan Oktober ini bisa saja lebih panas dan kering. Maka dari itu kita meningkatkan tampungan air selagi kita bisa lakukan itu,” ujarnya, dikutip dari Phys.org, Jumat (4/9).

Penyemaian awan bukan sekadar membuat hujan
Penyemaian awan atau cloud seeding tidak dapat dilakukan kapan saja. Operasi ini bergantung pada keberadaan awan dan kondisi atmosfer yang memungkinkan proses tersebut berlangsung.

Hujan yang dihasilkan diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi polutan di udara dan memperbaiki kualitas udara di wilayah yang terdampak kabut asap.

Langkah ini diambil setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak memburuk. Pada Kamis lalu, tujuh lokasi tercatat memiliki Air Pollutant Index (API) di atas 300, yang masuk kategori berbahaya.

baca juga

Kondisi terburuk dilaporkan terjadi di Serian, sekitar 60 kilometer tenggara Kuching, dengan API mencapai 475. Berdasarkan pedoman nasional Malaysia, angka tersebut berada pada tingkat sangat berbahaya. Jika API melewati 500, kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menetapkan keadaan darurat lokal.

Dampaknya tidak hanya pada udara

Kabut asap yang berlangsung selama berhari-hari juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dari kebakaran.

Di saat yang sama, periode kering yang berkepanjangan menambah tekanan terhadap ketersediaan air di Sarawak. Sejak Januari, lembaga kesejahteraan negara bagian tersebut telah menyalurkan lebih dari 450.000 kotak air minum kepada lebih dari 225.000 penduduk.

Petugas pemadam kebakaran dan pertahanan sipil masih dikerahkan untuk menangani kebakaran lokal. Tenaga kesehatan juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan asap.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan kabut asap membutuhkan lebih dari sekadar pemadaman kebakaran. Pemantauan kualitas udara, perlindungan kesehatan, pengelolaan air, hingga koordinasi lintas wilayah menjadi bagian penting untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 20:56 WIB

Darurat Karhutla: Komnas HAM Ingatkan Kewajiban Negara Lindungi Korban Asap

Darurat Karhutla: Komnas HAM Ingatkan Kewajiban Negara Lindungi Korban Asap

Video | Minggu, 06 September 2026 | 21:05 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, PM Malaysia Titip Pesan ke Jokowi Ucap Solidaritas

Gunung Anak Krakatau Erupsi, PM Malaysia Titip Pesan ke Jokowi Ucap Solidaritas

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:06 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian

3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:25 WIB

Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga

Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga

Malang | Sabtu, 12 September 2026 | 10:24 WIB

IU Bahas Menua Bersama Yoo In Na di Lagu Comeback, Dear my crazy soulmate

IU Bahas Menua Bersama Yoo In Na di Lagu Comeback, Dear my crazy soulmate

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:23 WIB

BCA Syariah Hadirkan Program Jemput Berkah di BCA Expo 2026, Dorong Inklusi Keuangan Syariah

BCA Syariah Hadirkan Program Jemput Berkah di BCA Expo 2026, Dorong Inklusi Keuangan Syariah

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 10:21 WIB

Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?

Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:20 WIB

Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 10:15 WIB

Mark Lee Ungkap Arti Cinta Sejati di Lagu Comeback Solo Terbaru, My Friend

Mark Lee Ungkap Arti Cinta Sejati di Lagu Comeback Solo Terbaru, My Friend

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:15 WIB

Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara

Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:09 WIB

Sentil Isu Sensitif, Mahfud MD Ingatkan Pesan Prabowo Soal Masa Depan Bangsa

Sentil Isu Sensitif, Mahfud MD Ingatkan Pesan Prabowo Soal Masa Depan Bangsa

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 10:08 WIB

Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim

Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 10:06 WIB

×