- Buku berjudul Islam ala Prabowo diluncurkan oleh Ahmad Muzani dan Anwar Iskandar di Jakarta pada Agustus 2025.
- Buku tersebut membahas pengamalan nilai Islam, kepemimpinan politik, serta kesejahteraan rakyat dalam diri Prabowo Subianto.
- Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai narasumber wawancara tanpa ikut menyusun buku tersebut.
Ia kemudian mengaitkan optimalisasi zakat dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
"Sebagai salah seorang yang ikut menulis, epilognya saya yang menulis, kalau buku ini diluncurkan pada bulan Agustus itu tepat sekali karena tekad beliau, Bapak Prabowo adalah untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan menjadi sebuah kenyataan," tutur Asep Saifuddin pada Agustus 2025 lalu, dilansir dari ANTARA.
"Saya yakin ketika semuanya terlaksana dengan baik, pajak terlaksana dengan baik, zakat terlaksana dengan baik, maka cita-cita luhurnya Pak Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur akan segera terwujud," lanjutnya.
Merangkum Gramedia, Wikipedia, dan keterangan sumber lain, berikut beberapa poin tema yang ada dalam buku ini:
- Kehidupan keagamaan Prabowo: membahas sisi keislaman Prabowo dari perspektif para penyusun dan kontributor.
- Islam dan kepemimpinan: mengaitkan nilai Islam dengan kepemimpinan, tanggung jawab sosial, keadilan, dan kebijakan publik.
- Nasionalisme dan Islam: membahas hubungan antara nilai Islam, nasionalisme, persatuan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.
- Kesejahteraan rakyat: menyoroti keadilan sosial, kepedulian terhadap masyarakat, pendidikan, dan upaya meningkatkan kesejahteraan.
- Pendidikan: membahas pendidikan sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan masyarakat.
- Politik: melihat perjalanan dan pandangan politik Prabowo melalui perspektif nilai-nilai Islam.
Hubungan dengan organisasi Islam — mengulas relasi Prabowo dengan sejumlah tokoh dan organisasi Islam. - Diplomasi: membahas peran dan pendekatan Prabowo dalam hubungan internasional, termasuk isu yang berkaitan dengan dunia Islam.
- Dukungan terhadap Palestina: menyoroti sikap dan diplomasi Indonesia terkait Palestina serta hubungan Indonesia dengan negara-negara dunia Islam.
- Nilai Islam dalam kehidupan berbangsa: menekankan bahwa keberislaman tidak hanya dilihat dari simbol atau ritual, tetapi juga dari tindakan, keadilan, kepedulian, dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.
Perlu diketahui pula bahwa nama sejumlah tokoh yang diwawancarai untuk buku ini tidak otomatis berarti mereka merupakan penulisnya.
Salah satunya adalah Yusril Ihza Mahendra yang pada 8 September 2026 menegaskan bahwa keterlibatannya hanya sebagai narasumber yang diwawancarai tim penyusun. Ia mengatakan tidak terlibat dalam pembahasan judul, penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku.
Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan setelah membaca buku tersebut secara utuh, ia tidak melihat persoalan mendasar dalam substansi yang bersumber dari wawancaranya.
"Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya," jelas Yusril dikutip dari ANTARA pada Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, perdebatan yang muncul belakangan lebih banyak berkaitan dengan pilihan judul buku yang dapat menimbulkan beragam persepsi dan tafsir.
Jadi, "Islam Ala Prabowo" pada dasarnya merupakan buku yang mencoba melihat Prabowo dari perspektif nilai-nilai Islam, kepemimpinan, dan persoalan keumatan.
Buku ini tidak sekadar membahas biografi Prabowo, tetapi berusaha menafsirkan hubungan antara nilai keagamaan, perilaku kepemimpinan, serta cita-cita kebangsaan yang dikaitkan dengan sosoknya.