- Penentuan desil DTSEN menggunakan metode Proxy Mean Test.
- BPS memakai sekitar 39 variabel termasuk fasilitas rumah tangga sehingga kepemilikan kulkas atau TV bukan patokan tunggal.
- BPS menegaskan tabel pengeluaran bulanan yang beredar di media sosial bukan informasi resmi dari lembaga tersebut.
Suara.com - Kepemilikan televisi dan kulkas kerap membuat masyarakat bertanya-tanya soal penentuan peringkat desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Apakah memiliki barang elektronik tersebut otomatis membuat seseorang masuk desil kesejahteraan lebih tinggi?
Deputi Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Nashrul Wajdi menjelaskan, kepemilikan barang elektronik memang dapat menjadi salah satu indikator dalam penentuan tingkat kesejahteraan.
Namun, posisi desil seseorang tidak ditentukan hanya dari satu jenis barang atau indikator.
"Poses penentuan tingkat kesejahteraan itu kita pakai namanya PMT, Proxy Mean Test," kata Nashrul kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
PMT merupakan metode statistik untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan, pendapatan, atau pengeluaran rumah tangga ketika data pendapatan aktual tidak tersedia atau sulit diverifikasi.
Nashrul mengatakan tidak semua masyarakat memiliki data pengeluaran yang tersedia secara langsung. Karena itu, BPS menggunakan berbagai variabel yang tersedia dan memiliki bobot untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan.
Salah satunya kondisi rumah beserta fasilitas yang dimiliki di dalamnya.
"Ada atap, lantai dinding, listrik, ac, saya gak hapal semua. Itu semuanya transparan semua,ada semua variabel-variabelnya," ujarnya.
Namun, Nashrul menegaskan kepemilikan fasilitas rumah tangga, termasuk barang elektronik, tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menentukan desil.
BPS menggunakan sedikitnya 39 variabel dalam menentukan posisi desil setiap individu. Artinya, seseorang tidak otomatis masuk desil tertentu hanya karena memiliki kulkas, televisi, AC, atau fasilitas tertentu lainnya.
Nashrul juga membantah anggapan bahwa posisi desil ditentukan berdasarkan besaran pengeluaran rumah tangga setiap bulan.
Belakangan sempat beredar di media sosial tabel yang mengaitkan nominal pengeluaran bulanan dengan posisi desil. Menurut Nashrul, tabel tersebut bukan dikeluarkan secara resmi oleh BPS.
"Kita nggak pernah ngeluarin itu. Jadi kita nggak pernah ngeluarin karena untuk pemeringkatan itu kan multidimensional ya," pungkasnya.