- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikritik karena memainkan pulpen saat mendampingi Presiden Prabowo bersama Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026.
- Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal secara pribadi menghubungi Teddy pada Rabu untuk memberikan dukungan serta berbagi pengalaman serupa di masa lalu.
- Politikus PDIP Jhon Sitorus menilai gestur bawah sadar tersebut dapat merusak citra pejabat publik dan mengurangi rasa hormat dalam forum internasional.
Melalui unggahan di media sosialnya, Jhon menyoroti pentingnya etika protokoler dalam forum internasional.
"Sopankah main pulpen di tengah forum internasional atau forum formal? Atau memang Teddy sedang membuat standar baru dihadapan Vladimir Putin?" tulis Jhon.
Dalam perspektif ilmu komunikasi, Jhon menyebut tindakan tersebut sebagai adaptors atau gerakan bawah sadar yang muncul akibat kejenuhan atau kecemasan.
Meskipun ia mengakui secara protokoler internasional tidak ada aturan baku yang melarang gestur tersebut, ia menekankan citra seorang pejabat publik dalam forum formal sangatlah krusial.
"Gestur ini sering kali dianggap pengamat atau lawan bicara sebagai tanda kurang menghargai, gugup, atau tidak fokus pada jalannya perundingan," kata Jhon.