Anggota DPR Kritik Kinerja BMKG: Belum Maksimal, Info Bencana Masih Umum dan Pakai 'Bahasa Komputer'

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 08 September 2026 | 17:03 WIB
Anggota DPR Kritik Kinerja BMKG: Belum Maksimal, Info Bencana Masih Umum dan Pakai 'Bahasa Komputer'
Logo BMKG. (Ist)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun mengkritik kinerja BMKG dalam RDP di Komplek Parlemen pada Selasa (8/9/2026).
  • Boyman menilai BMKG belum maksimal menjalankan fungsi peringatan dini karena informasi cuaca yang diberikan masih bersifat umum dan tidak presisi.
  • Ia mendesak BMKG menyediakan data spesifik hingga tingkat kabupaten serta menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat awam.

Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Boyman Harun, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komplek Parlemen, Selasa (8/9/2026), Boyman menilai BMKG belum menjalankan fungsi peringatan dini secara maksimal, sehingga masyarakat sering kali menjadi korban akibat minimnya antisipasi.

Boyman menekankan, bahwa BMKG seharusnya menjadi kunci utama pertahanan negara dalam menghadapi bencana. Namun, ia melihat peran tersebut belum optimal dijalankan.

"Yang ingin saya sampaikan ke BMKG, saya melihat fungsi dan tugas BMKG ini saya melihat belum maksimal, bukan optimal tapi maksimal saja," ujar Boyman.

"Karena kalau saya melihat Pak, jujur saja situasi negara kita ini kuncinya ada di BMKG. Karena BMKG adalah lembaga yang bisa memberikan situasi keadaan Indonesia ini sebelum terjadi," katanya menambahkan.

Legislator asal Kalimantan Barat ini mengkritik kebiasaan BMKG yang hanya memberikan informasi cuaca secara umum tanpa rincian lokasi dan dampak yang presisi.

Ia meminta BMKG memberikan data hingga ke tingkat kabupaten agar antisipasi bisa dilakukan lebih dini.

"Karena menurut saya selama ini pertama BMKG tidak menyampaikan daerah mana yang bakal terkena permasalahan bencana ini. Harus lokasinya bisa diberikan yang tepat gitu jangan secara umum. Jadi yang terpenting menurut saya buat BMKG itu yang pertama tepat waktu dalam memberikan informasi kapan akan terjadi. Kedua tepat lokasi," tegasnya.

Selain masalah presisi data, Boyman juga menyoroti gaya komunikasi BMKG yang dinilai terlalu teknis dan sulit dipahami oleh masyarakat awam.

baca juga

Ia mendesak BMKG untuk menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan membumi.

"Saya minta juga agar dalam memberikan informasi kepada masyarakat tidak usah menggunakan bahasa BMKG atau bahasa yang diprint dari komputer itu. Tidak semua masyarakat mengerti, harus pakai bahasa kita saja pakai bahasa yang gampang dimengerti sehingga masyarakat tahu apa yang akan terjadi," lanjut Boyman.

Boyman juga menyoroti dampak dari lemahnya info dini BMKG yang berimbas pada reaktifnya langkah instansi lain seperti Basarnas.

Menurutnya, sinergisitas antarlembaga hanya akan terwujud jika BMKG mampu menyuplai data yang komplit mengenai lokasi, waktu, hingga langkah apa yang harus dilakukan masyarakat sebelum bencana tiba.

"Jangan hanya menyampaikan misalkan pada bulan ini ntar musim panas atau kalau bulan segini nanti musim hujan, maksud saya antisipasinya tidak ada. BMKG mengeluarkan situasi dini Basarnas harus melakukan apa gitu. Ini kadang-kadang mohon maaf setelah kejadian baru Basarnas bertindak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Klarifikasi Anggota DPR Eva Stevany Rataba yang Namanya Masuk Desil 4

Klarifikasi Anggota DPR Eva Stevany Rataba yang Namanya Masuk Desil 4

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:38 WIB

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:03 WIB

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:14 WIB

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:09 WIB

Terkini

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×