Kebakaran Kapal Feri di Pantai Palawan, 6 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Hilang

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 10 September 2026 | 10:46 WIB
Kebakaran Kapal Feri di Pantai Palawan, 6 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Hilang
Tim SAR Filipina menelusuri puluhan korban hilang akibat kebakaran fatal kapal feri Palawan. (SAR Filipina)
baca 10 detik
  • Kebakaran kapal feri M/V June Aster di perairan Palawan menewaskan lima orang penumpang.

  • Tim penjaga pantai Filipina masih melakukan pencarian terhadap 87 orang yang dinyatakan hilang.

  • Sebanyak 42 orang berhasil diselamatkan dari kapal yang bertolak dari Pelabuhan Manila tersebut.

Suara.com - Insiden kebakaran hebat melanda kapal feri M/V June Aster di lepas pantai Palawan, Filipina, hingga menelan lima korban jiwa dan puluhan orang belum ditemukan. Otoritas penjaga pantai setempat terus memacu operasi pencarian dan pertolongan secara intensif untuk menemukan para penumpang yang terombang-ambing di lautan.

Tragedi laut ini mengungkap bahaya laten pada rute pelayaran antar-pulau di wilayah destinasi wisata unggulan negara tersebut. Titik koordinat musibah yang sangat dekat dengan daratan menjadi fokus utama tim SAR dalam menyisir keberadaan korban selamat lainnya.

Peristiwa ini diprediksi memicu evaluasi menyeluruh terhadap protokol keselamatan armada penyeberangan serta manifes penumpang kapal komersial di Filipina. Kejelasan jumlah pasti individu di atas kapal masih dinamis seiring berlangsungnya proses evakuasi di lapangan.

Petualangan ratusan penumpang M/V June Aster berubah menjadi kepanikan meluap saat kobaran api mendadak melahap seluruh badan kapal pada Rabu (9/9) malam. Kapal penyeberangan tersebut terbakar hebat saat berada sekitar 2,2 kilometer dari garis pantai Provinsi Palawan.

Lima jenazah korban tewas telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke daratan oleh petugas penjaga pantai pada Kamis (10/9). Sementara itu, puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang di perairan tersebut.

Petugas penjaga pantai mencatat puluhan orang masih belum teridentifikasi keberadaannya dari total manifes yang ada. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu di tengah kondisi perairan yang menantang.

"Berdasarkan data yang kita miliki saat ini mengenai korban selamat (42) dan korban jiwa, kita masih memiliki 87 orang yang belum ditemukan," kata Kapten Penjaga Pantai Noemi Cayabyab kepada stasiun radio lokal pada Kamis, seraya menambahkan bahwa manifes kapal mencatat 134 penumpang dan awak kapal.

Angka-angka pencarian di lokasi musibah dipastikan masih bergerak dinamis mengikuti perkembangan evakuasi terbaru. Penjelas detail mengenai data tersebut terus diperbarui oleh posko penyelamatan secara berkala.

"Sekadar memperjelas, ini adalah data langsung dan dapat berubah seiring berjalannya operasi pencarian dan penyelamatan kami," ujarnya.

baca juga

Dari total korban yang berhasil dievakuasi hidup-hidup, mayoritas merupakan penumpang sipil dan sisanya adalah awak kapal. Seluruh korban selamat langsung mendapatkan penanganan medis darurat.

Proses penggalian kronologi kejadian langsung dari para penyintas masih mengalami kendala teknis di lapangan. Petugas medis prioritas memulihkan kondisi fisik dan trauma para korban selamat terlebih dahulu.

"Namun, kami belum bisa mendapatkan informasi dari individu yang diselamatkan karena kami belum bisa berbicara dengan mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa upaya untuk memadamkan kobaran api masih terus berlangsung.

Dokumentasi rekaman video resmi memperlihatkan amukan si jago merah yang menghanguskan seluruh konstruksi kapal di tengah laut. Asap tebal membubung tinggi saat kapal feri tersebut dilalap api.

Sistem pelacakan navigasi laut mengonfirmasi jalur pelayaran yang ditempuh kapal penyeberangan nahas tersebut sebelum terbakar. Kapal diketahui sedang melakukan perjalanan jarak jauh menuju wilayah Palawan.

Berdasarkan data pemantauan MarineTraffic, M/V June Aster tercatat melakukan penyandaran dan bertolak dari pelabuhan Manila.

Transportasi laut merupakan urat nadi utama penghubung antarpulau di kawasan kepulauan Filipina. Namun, armada kapal feri kerap menghadapi tantangan standar keselamatan, kepatuhan manifes, serta kesiapan darurat di tengah laut.

Insiden kebakaran M/V June Aster menambah daftar panjang kecelakaan transportasi air di wilayah perairan wisata Filipina. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kelayakan berlayar seluruh kapal penumpang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gambut Terbakar, Narasi Bermunculan: Di Mana Mitigasi Karhutla?

Gambut Terbakar, Narasi Bermunculan: Di Mana Mitigasi Karhutla?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 10:15 WIB

Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian

Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 07:00 WIB

Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam

Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam

News | Rabu, 09 September 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

×