Iran: Dunia Berada di Ambang Perang Dunia III

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 10 September 2026 | 12:30 WIB
Iran: Dunia Berada di Ambang Perang Dunia III
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik

 

  • Anggota parlemen Iran memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah berada di ambang Perang Dunia III.

  • Parlemen Iran mempertimbangkan kembali rencana untuk menghentikan partisipasi dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

  • Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel merencanakan operasi militer untuk merebut pulau-pulau di selatan.

Suara.com - Iran mulai melihat masa depan perang AS-Iran akan menjadi lebih dahsyat dengan terjadinya perang dunia III. Eskalasi ketegangan politik dan militer di kawasan Timur Tengah kini telah menempatkan stabilitas keamanan global pada posisi yang sangat mengkhawatirkan. Peningkatan skala konflik regional yang terus meluas dinilai berpotensi kuat menjadi pemantik pecahnya peperangan berskala internasional.

Pernyataan krusial mengenai situasi ini disampaikan langsung oleh salah satu legislator senior asal Tehran, Kamran Ghazanfari. Ia menegaskan bahwa kondisi wilayah tersebut secara praktis berada di ambang Perang Dunia III.

Penilaian tersebut muncul seiring kian meluasnya pertempuran antara Rusia dan Ukraina serta menajamnya gesekan antarnegara adidaya dunia. Selain itu, dinamika persaingan geopolitik di kawasan Asia Timur turut memperbesar risiko terjadinya benturan militer secara terbuka.

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]

Ghazanfari menyebutkan bahwa dukungan NATO kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia, beserta tensi Moskow dengan Inggris dan Jerman, telah meningkatkan peluang meluasnya konflik ke negara-negara Eropa lainnya. Ia juga menguraikan bahwa perselisihan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait Taiwan merupakan titik rawan pertikaian luas lainnya di dunia.

Di tengah meningkatnya potensi benturan global tersebut, parlemen Iran kini mulai mempertimbangkan langkah strategis baru terkait kebijakan nuklir nasional mereka. Langkah politik ini diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan diplomasi antara Tehran dan blok barat.

Dalam wawancara bersama Iranian Labour News Agency (ILNA), Ghazanfari menekankan opsi mengenai rencana Iran untuk keluar dari Non-Proliferation Treaty (NPT).

"Menurutnya, terdapat kemungkinan bahwa isu ini akan dimasukkan kembali ke dalam agenda pembahasan parlemen," tulis Yerusalem Post.

Sikap keras politik luar negeri ini sejalan dengan penolakan berulang terhadap berbagai opsi kesepakatan diplomasi bersama pihak Amerika Serikat. Para politisi garis keras memandang setiap perjanjian formal dengan Washington tidak memiliki landasan hukum yang kuat.

Ghazanfari menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berulang kali mengancam Iran dan para anggota tim negosiasinya selama pembicaraan dua bulan, sehingga kesepakatan apa pun yang dicapai dalam kondisi seperti itu tidak akan memiliki keabsahan menurut hukum internasional.

baca juga

Ia juga menambahkan peringatan mengenai potensi manuver militer lawan yang dapat mengancam kedaulatan wilayah domestik Iran di kawasan selatan.

Potensi ancaman invasi atau operasi militer berskala besar dari pihak asing terus dipantau secara ketat oleh otoritas keamanan Iran. Tehran mengklaim telah mengidentifikasi pergerakan pasukan luar di sekitar wilayah perbatasan laut mereka.

“Bukti dan tanda-tanda menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang merencanakan operasi berskala besar. Mereka kemungkinan berniat untuk merebut beberapa pulau kami di selatan dan telah membawa banyak pasukan serta peralatan ke kawasan tersebut,” tegas Ghazanfari.

Guna merespons ancaman tersebut, rezim Iran terus melancarkan aksi balasan militer secara intensif di berbagai titik strategis kawasan. Serangan terbaru ke wilayah Yordania serta ancaman terhadap kapal-kapal tanker menjadi sinyal tegas bahwa Tehran tidak akan mundur menghadapi tekanan Amerika Serikat.

Langkah ofensif ini mencerminkan pandangan kelompok elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan politisi garis keras yang memandang pertempuran saat ini sebagai pertikaian global. Iran bertekad merangkul kekuatan besar seperti Rusia dan Tiongkok untuk mengikis dominasi geopolitik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Akar dari pandangan politik luar negeri Iran ini bermula sejak era pasca-Revolusi Islam yang menolak hegemony blok Barat maupun Timur. Meskipun sempat membuka ruang rekonsiliasi dengan Washington, fokus utama Tehran tetap pada pembentukan tatanan dunia baru dan pengusiran pengaruh militer Amerika Serikat dari kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Serangan Tanker Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Serangan Tanker Selat Hormuz

News | Kamis, 10 September 2026 | 10:27 WIB

Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel! AS Siap Hancurkan Seluruh Kapal Tanker Iran

Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel! AS Siap Hancurkan Seluruh Kapal Tanker Iran

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:09 WIB

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Masker Wajah Glad2Glow untuk Kulit Bersih, Lembap, dan Glowing

3 Rekomendasi Masker Wajah Glad2Glow untuk Kulit Bersih, Lembap, dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Bali | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Konsisten Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang

Konsisten Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:16 WIB

Arti Mimpi Ketinggalan Kereta atau Pesawat Pertanda Apa?

Arti Mimpi Ketinggalan Kereta atau Pesawat Pertanda Apa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga

Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:15 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:14 WIB

BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya

BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Didorong Saat Mogok? Ini Penyebab Teknis dan Bahayanya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB

BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham

BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham

Kalbar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:08 WIB

×