-
Badai dan longsor menghentikan hari terakhir musim pendakian Gunung Fuji tanpa korban jiwa.
-
Polisi berhasil mengevakuasi dua pendaki yang ditemukan tergeletak di tengah cuaca buruk.
-
Pemerintah memperketat aturan pendakian untuk menekan risiko bahaya akibat lonjakan peminat.
Suara.com - Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang memicu tanah longsor serta dua operasi penyelamatan pada hari terakhir musim pendakian Gunung Fuji, Kamis (10/9/2026). Peristiwa ini memaksa penutupan jalur ikonik Jepang setinggi 3.776 meter tersebut di tengah kepungan kabut tebal.
Tiga kendaraan milik pekerja gunung tertimbun material tanah di area parkir salah satu dari empat pintu masuk utama pada Rabu. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam insiden di kawasan gerbang akses wilayah Shizuoka ini.
Ancaman keselamatan meningkat tajam di penutupan musim akibat lonjakan cuaca buruk yang melanda kawasan vulkanik tersebut. Selain longsor, aparat kepolisian setempat harus mengevakuasi dua pendaki yang ditemukan tergeletak di lokasi terpisah.

Seorang pria berusia sekitar 30 atau 40-an tahun ditemukan pingsan di dekat puncak gunung pada Rabu. Pada hari yang sama, petugas menemukan pendaki lain berusia 60-an tahun terjatuh di jalur pendakian.
"Tiga kendaraan milik orang-orang yang bekerja di gunung tersebut tertimbun sebagian pada hari Rabu, saat hembusan angin kencang dan hujan deras melanda tujuan pendakian populer tersebut," kata Hisayuki Motohashi, dikutip dari AFP.
Kondisi visual di lapangan memperlihatkan akses jalan dan jalur berkerikil tertutup rapat oleh kabut tebal dan siraman air hujan. Dokumentasi berupa rekaman video dan foto tersebut diunggah langsung oleh pemerintah daerah Shizuoka bersama pemandu gunung resmi pada Kamis pagi.
Kawasan puncak ikonik ini setiap tahunnya mampu menyedot perhatian lebih dari 200.000 pendaki sepanjang periode resmi Juli hingga September. Tingginya jumlah pengunjung berbanding lurus dengan tingginya risiko keselamatan yang dialami para wisatawan.
Pihak kepolisian setempat rutin mendapati puluhan kasus penyelamatan hingga korban jiwa setiap musimnya. Kondisi fisik yang tidak siap serta cuaca yang berubah cepat menjadi faktor utama timbulnya bahaya.
Langkah tegas mulai diterapkan pemerintah daerah sekitar untuk mengendalikan luapan wisatawan yang terlampau padat. Regulasi ketat memberlakukan aturan wajib menginap di pondok penampungan guna mencegah pendaki tanpa perlengkapan memadai nekat menerobos puncak.
"Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam insiden tersebut, yang terjadi di tempat parkir di salah satu dari empat gerbang akses utama gunung berapi setinggi 3.776 m tersebut," kata Hisayuki Motohashi, seorang pejabat pemeliharaan jalan untuk pemerintah daerah Shizuoka.
Gelombang cuaca buruk ini tidak hanya mengisolasi kawasan Gunung Fuji, tetapi juga berdampak pada wilayah sekitarnya. Curah hujan rekor tertinggi dilaporkan sempat merendam kota Nagoya dan mengganggu aktivitas warga.
Ratusan atlet Asian Games yang berada di Nagoya bahkan harus dievakuasi sementara dari akomodasi mereka akibat genangan air pada Selasa. Situasi ini menegaskan betapa masifnya dampak badai hujan yang menerjang wilayah Jepang pertengahan pekan ini.