- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan percepatan penurunan tengkes di Cempaka Putih pada Jumat, 11 September 2026.
- Dinas Kesehatan DKI Jakarta ditargetkan menurunkan angka tengkes balita dari 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
- Indeks Pembangunan Manusia Jakarta mencapai posisi tertinggi nasional sebesar 85,05 berkat sektor kesehatan yang baik.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berikhtiar mempercepat penuntasan tengkes (stunting) di wilayah ibu kota.
Komitmen pembenahan status gizi balita tersebut digaungkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
Instruksi tegas telah diteruskan kepada jajaran Dinas Kesehatan agar problem gangguan pertumbuhan balita itu tertekan dalam dua tahun mendatang.
"Seperti kita ketahui, salah satu hal yang menjadi program yang ada di Jakarta adalah menurunkan stunting dari sekarang ini sekitar 17 persen. Tadi saya meminta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan supaya dua tahun lagi stunting di Jakarta itu bisa turun menjadi 14 persen," ujarnya.
Kinerja penanganan sektor medis tercatat mendongkrak tolok ukur mutu kesejahteraan manusia di Jakarta hingga bertengger di posisi teratas nasional.
"Seperti kita ketahui, Jakarta karena penanganan kesehatannya relatif sudah berjalan dengan baik, maka IPM-nya, Indeks Pembangunan Manusia-nya, salah satu faktornya adalah tentang kesehatan, Jakarta sekarang ini tertinggi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, yaitu 85,05," klaim Pramono.
Dengan demikian, dorongan untuk pencapaian tersebut terus ditingkatkan, dengan menjadikan kota-kota maju di kancah internasional sebagai kiblat pembangunan.
"Sekali lagi, saya selalu mendorong bahwa Jakarta itu benchmarking-nya, pembandingnya, itu harus kota-kota dunia untuk bisa memicu, mendorong agar masyarakat Jakarta hidupnya lebih sehat, lebih teratur, lebih nyaman, lebih rapi, dan juga tentunya yang paling penting adalah membuat masyarakatnya bahagia," ucap Pramono.
Yang tidak kalah penting, apresiasi setinggi-tingginya pun diberikan kepada para sukarelawan lini depan yang giat mengawal ketahanan fisik ibu dan anak.
"Selama ini mereka bertugas bekerja di lapangan, yang tentunya telah memberikan kontribusi yang luar biasa, terutama bagi menjaga ibu dan anak sehat di Jakarta dengan berbagai program yang ada," pungkas Pramono.