- Organisasi pers mengadakan doa bersama di Jakarta pada Jumat, 11 September 2026, untuk lima jurnalis yang hilang.
- Kelima jurnalis foto tersebut hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
- BASARNAS masih melakukan proses pencarian, sementara Pewarta Foto Indonesia memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban.
Keselamatan Jurnalis Jadi Pelajaran
![Sejumlah anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan jurnalis menggelar doa bersama di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/12/85523-pfi-gelar-doa-bersama-untuk-5-jurnalis-hilang-di-selat-sunda.jpg)
Hilangnya lima jurnalis saat hendak meliput erupsi Anak Krakatau juga menjadi pengingat mengenai risiko yang dihadapi pewarta ketika berada di lokasi dengan tingkat keamanan tinggi.
Dwi mengimbau para jurnalis foto yang sedang meliput bencana maupun peristiwa berisiko untuk tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.
PFI, lanjut Dwi, juga berencana memperkuat edukasi mengenai keselamatan dalam peliputan bagi para pewartanya.
Edukasi tersebut nantinya akan dilakukan dalam bentuk workshop dengan melibatkan lembaga terkait.
“Tidak ada berita seharga nyawa,” tandasnya.
Lima Jurnalis Masih dalam Pencarian
Sebelumnya, lima jurnalis foto dinyatakan hilang kontak ketika berangkat untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Kelima jurnalis tersebut adalah Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal, jurnalis foto lepas.
Hingga Jumat (11/9/2026), sejumlah instansi berwenang masih melakukan pencarian terhadap kelima pewarta tersebut.

Bagi rekan-rekan sesama jurnalis, pencarian ini bukan sekadar menunggu kabar. Doa, pendampingan keluarga, penyaringan informasi, hingga perhatian terhadap keselamatan pewarta menjadi cara untuk terus menjaga harapan sampai kelima jurnalis itu dapat kembali.
Alif Bintang