- SKM Bulaksumur telah melewati perjalanan selama 35 tahun.
- Didik Supriyanto mengenang awal lahirnya media mahasiswa tersebut.
- Gen Z Impact Fest 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkreativitas.
Suara.com - Gen Z Impact Fest 2026 digelar di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM, Yogyakarta, pada Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema "Empowering the Next Generation", festival ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari kalangan generasi Z dan pengusaha muda.
Rangkaian acara dibuka oleh Direktur Utama Suara.com Suwarjono; Pendiri SKM Bulaksumur Didik Supriyanto; Pengurus Umum SKM Bulaksumur Zefanya Lovi Peacela Tungka; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto; serta Wakil Rektor UGM Arie Sujito.
Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Umum SKM Bulaksumur, Lovi, menyampaikan bahwa perjalanan Bulaksumur yang telah mencapai 35 tahun bukanlah perjalanan yang mudah maupun singkat.
Menurutnya, keberlangsungan Bulaksumur tidak terlepas dari proses belajar dan kontribusi para alumni yang telah lebih dahulu berproses di dalamnya.
"35 tahun bukan perjalanan yang mudah dan bukan perjalanan yang cepat juga," ujar Lovi.
Ia mengatakan, semangat tersebut turut menjadi landasan penyelenggaraan Gen Z Impact yang menjadi salah satu agenda terbesar dalam kabinet tahun ini. Lovi juga menyampaikan apresiasinya kepada para alumni dan seluruh pihak yang telah hadir dan terlibat dalam persiapan kegiatan.
"Sejujurnya memang ini adalah salah satu acara terbesar kami di kabinet tahun ini, jadi kami sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mau bergabung di acara ini," katanya.

Perjalanan panjang Bulaksumur tersebut juga disoroti oleh Didik Supriyanto. Ia mengingat bahwa keberadaan Bulaksumur berawal dari mimpi mahasiswa pada masanya untuk membangun berbagai wadah media mahasiswa.
"Bulaksumur ini lahir karena mimpi mahasiswa saat itu. Mas Hamid, Mas Thariq, dan kawan-kawan itu punya mimpi, jadi punya majalah, punya koran, punya tabloid, punya radio, punya TV," ujar Didik.
Menurut Didik, perjalanan media mahasiswa juga tidak terlepas dari dinamika dan perbedaan pandangan. Ia menilai persaingan antara Balairung dan Bulaksumur merupakan hal yang wajar selama tetap berlangsung secara sehat.
"Dalam perjalanan Balairung dan Bulaksumur sering ribut ya enggak apa-apa, silakan saja kompetisi yang sehat, yang penting jangan sampai menjatuhkan," katanya.
Didik juga mengapresiasi karakter kritis yang masih dipertahankan Bulaksumur hingga saat ini. Ia melihat perbedaan karakter antara Balairung dan Bulaksumur justru menjadi bagian dari keberagaman peran media mahasiswa.
"Saya senang setelah saya baca itu, Bulaksumur sebagai provokator itu masih konsisten sampai sekarang," ujar Didik.
Ia menggambarkan Balairung sebagai media yang dekat dengan tradisi intelektual mahasiswa, sementara Bulaksumur memiliki peran untuk menyampaikan kritik, termasuk kepada lingkungan kampusnya sendiri.
"Kalau Balairung kan katanya napas intelektual mahasiswa, pokoknya orang-orang yang suka mikir. Kalau Bulaksumur ya tugasnya untuk mengkritik rektor, mengkritik temannya sendiri," tuturnya.
Baik Lovi maupun Didik sama-sama menekankan pentingnya keberlanjutan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bersikap kritis, dan berkreativitas.
Lovi berharap Gen Z Impact dapat menjadi ruang bagi peserta untuk membawa pulang gagasan dari diskusi yang berlangsung, sementara Didik berharap generasi Z memiliki ruang kreativitas yang semakin luas.
"Semoga tahun ini menambah semangat kita dan teman-teman Gen Z akan punya ruang berkreativitas yang lebih luas," pungkas Didik.
Sebagai informasi, Gen Z Impact Fest 2026 merupakan ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas diri, serta menemukan berbagai peluang di tengah perubahan dunia kerja, ekonomi digital, dan tantangan lingkungan.
Mengusung semangat "Empowering the Next Generation", festival ini menghadirkan rangkaian diskusi, talkshow, creator showcase, hiburan, dan sesi inspiratif yang membahas isu-isu dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari finansial, karier, lingkungan, keamanan digital, hingga dunia kreator.
Gen Z Impact Fest 2026 diinisiasi oleh Suara.com, SKM Bulaksumur, dan Kagama Persma. Pelaksanaan acara ini mendapat dukungan collaborator dari International Media Support (IMS) dan Swedish International Development Cooperation Agency (Sida). Program ini juga didukung oleh sponsor Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Kayong Aluminium Nusantara, dan Astra.
Dukungan terhadap pelaksanaan Gen Z Impact Fest 2026 turut datang dari berbagai supporting partners, yaitu Majika, Wondermis, ParagonCorp, Frisian Flag, Kino Indonesia, Dekayu, Bank Jago, Aviroam, Eventmerch, It’s Love Pastry & Bakery, Speakers Academy, Mydervia, Psikopersada Khatulistiwa, dan Kemuning Java.
Sementara itu, penyebarluasan informasi dan pesan Gen Z Impact Fest 2026 turut didukung oleh media partners CelebrityInk.com, Bantul Mantul, Mojok, dan The Tribes.