Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Agatha Vidya Nariswari

Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB
Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026
Eko Cahyono Tjia (Ka Dept Pusat Karier PP Kagama 2025-2029 & Direktur PT. Quantum Edukasindo Paradigma; Meika Hazim (Owner Cokelat Ndalem); Kafka Vadanta (Mahasiswa creator, Founder @maximizingmasamuda, @upgrow_id) (Suara.com/Agatha)
baca 10 detik
  • Acara Gen Z Impact Fest 2026 di Yogyakarta pada 12 September 2026 menghadirkan sesi karier untuk mengubah generasi muda menjadi pencipta peluang.
  • Drs. Eko Cahyono Tjia menyatakan bahwa industri modern kini menuntut penguasaan AI, portofolio nyata, serta jaringan kerja yang luas bagi pencari kerja.
  • Meika Hazim dan Kafka Vadanta membagikan kisah sukses merintis usaha kuliner lokal serta membangun karier kreator konten secara konsisten sejak usia muda.

Untuk memotivasi peserta agar berani menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), dipaparkan pula contoh nyata, yaitu bisnis kuliner milik mahasiswa FEB UGM, hingga inovasi penjualan hewan kurban secara kreatif menggunakan platform digital seperti TikTok Shop oleh pemuda bernama Hanan.

Kisah-kisah ini membuktikan bahwa modal besar bukanlah syarat mutlak untuk memulai sebuah usaha.

Sesi ini ditutup oleh Eko dengan sebuah refleksi penting bagi seluruh peserta. Alih-alih berfokus pada siapa yang akan mempekerjakan kita di masa depan, orientasi utama generasi muda seharusnya diarahkan pada solusi apa yang dapat diselesaikan hari ini.

Kisah Cokelat Ndalem: Memulai Bisnis dari Aset Sekitar dan Skala Kecil

Meika Hazim, Owner Cokelat Ndalem (Suara.com/Agatha)
Meika Hazim, Owner Cokelat Ndalem (Suara.com/Agatha)

Meika Hazim selaku Owner Cokelat Ndalem membagikan perjalanan karier serta jatuh bangunnya membangun bisnis kuliner dari skala kecil.

Berbekal pengalaman kerja di berbagai tempat sejak masa kuliah, ia menekankan pentingnya membangun jejaring (network) serta memiliki mental wirausaha sebelum memutuskan untuk membangun usaha sendiri.

Meika dalam merintis Cokelat Ndalem tidak dimulai dari modal miliaran rupiah atau kantor megah di pusat kota.

Usaha ini berawal dari pemanfaatan garasi rumah orang tua dan area sekitar secara sederhana, membuktikan bahwa siapa pun dapat memulai bisnis dengan aset yang ada di dekat mereka.

"Mulainya dari rumah orang tua, tinggalnya masih di PIM, Pondok Indah Mertua setelah menikah. Terus dari rumah yang sederhana ini pakai spanduk di lantai dua, ruangannya cuman kecil ada satu ruangan yang bisa disulap jadi ruang produksi," papar Meika.

baca juga

Dalam membangun sebuah tim bisnis, Meika menyebutkan perlunya kolaborasi dari berbagai keahlian yang berbeda sudut pandang.

Dengan mengangkat cita rasa khas kuliner Yogyakarta seperti wedang uwuh, kopi jos, hingga kolaborasi bersama petani lokal, Cokelat Ndalem berhasil menghadirkan produk unik yang bernilai tinggi dan bersaing di kancah internasional.

"Jadi sebenarnya kalau teman-teman bisa melihat di sekitar kita, itu ada banyak potensi. Termasuk bagaimana kita melihat segala sesuatu kuliner di Yogyakarta, ada kopi Joss Malioboro, ada es rujak Pak Kualaman yang semuanya dimasukkan ke dalam coklat," jelasnya.

Lebih lanjut, Meika menekankan bahwa memiliki ide yang cemerlang saja tidak cukup jika tidak segera diwujudkan ke dalam tindakan nyata.

Meika mengingatkan pentingnya memulai dari hal kecil, menjaga kesehatan arus kas (cash flow) yang menjadi nadi utama bisnis, serta merawat konsistensi dari waktu ke waktu.

"Start small, test fast sama satu lagi learn early. Udah mulainya tuh kecil-kecil aja, enggak usah langsung ngejeblak gede," tutup Meika.

Dari "Bocil" YouTube hingga Pemuda Inspiratif

Kafka Vadanta, mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM sekaligus founder @maximizingmasamuda dan @upgrow_id, di usianya yang masih 19 tahun membagikan kisah perjuangannya dari titik terendah hingga berhasil membangun komunitas, startup, dan jutaan pengikut di media sosial.

Berawal dari kenekatannya membuat kanal YouTube saat lulus SD, ia sempat mengalami masa-masa sulit ketika kanal utamanya diblokir (banned) dua kali oleh YouTube karena usianya yang dianggap belum memenuhi syarat.

Berkat dukungan orang tua dan satu kesempatan untuk mencoba kembali, ia bangkit hingga kini berhasil meraih Silver Play Button YouTube dan jutaan subscribers serta pengikut di media sosial.

"Ketika kamu merasa ingin menyerah, kamu sebenarnya punya satu slot lagi untuk mencoba. Satu kesempatan lagi," ujar Kafka.

Kafka menekankan bahwa menjadi seorang content creator tidak sama dengan membangun personal branding.

Content creator adalah tentang membuat konten, sementara personal branding adalah bagaimana orang lain mengenal dan mengingat nilai khusus dari diri kita.

Dengan personal branding yang kuat, peluang karier dan profesional akan datang dengan sendirinya.

"Kita itu juga harus menjadi orang yang dicari, bukan orang yang mencari," lanjut Kafka.

Lebih lanjut, Kafka juga membagikan rumus personal value sederhana yang dapat dipegang oleh setiap anak muda untuk mengenali tujuan hidup dan karier mereka.

"Aku adalah siapa? Yang ingin membantu siapa? Menggapai goal apa dengan cara apa?"

Dalam proses belajar dan merintis sesuatu baik itu konten, bisnis, maupun keterampilan baru, seseorang pasti akan melewati fase keraguan yang disebut the valley of despair.

Banyak orang berhenti di fase ini karena merasa segalanya menjadi sulit. Namun, menurut Kafka dengan niat berbagi yang tulus dan konsistensi, hambatan tersebut dapat dilalui dengan baik.

Menutup sesinya, Kafka mengajak seluruh generasi muda untuk berhenti menunda dan segera mengambil tindakan nyata dalam berkarya.

"Stop Whining, Start Creating. Jadi, ini adalah quote yang aku bilang sama teman-teman semua. Kalau misalnya kita itu enggak usah banyak nunggu. Enggak usah banyak nunggu. Enggak usah nunggu sempurna," pungkas Kafka.

Sebagai informasi, Gen Z Impact Fest 2026 merupakan ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas diri, serta menemukan berbagai peluang di tengah perubahan dunia kerja, ekonomi digital, dan tantangan lingkungan.

Mengusung semangat "Empowering the Next Generation", festival ini menghadirkan rangkaian diskusi, talkshow, creator showcase, hiburan, dan sesi inspiratif yang membahas isu-isu dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari finansial, karier, lingkungan, keamanan digital, hingga dunia kreator.

Gen Z Impact Fest 2026 dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah bagi generasi muda untuk memperoleh bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini secara khusus mendorong peningkatan literasi keuangan mahasiswa, pemahaman mengenai perencanaan keuangan pribadi, edukasi investasi sejak dini, pembentukan kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan, serta kesadaran mengenai pentingnya memilih investasi yang aman dan legal.

Selain menghadirkan sesi edukasi, festival ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan karya dan gagasan melalui sejumlah kompetisi melalui Impact Content Competition.

Ajang tersebut mengajak kreator muda menyampaikan gagasan mengenai isu keuangan, karier, dan lingkungan melalui video pendek; Sketch & Collection Showcase sebagai wadah bagi talenta desain dan seni visual; serta kompetisi Live Event Coverage "Post & Win" yang mendorong peserta menghidupkan atmosfer festival melalui konten digital.

Gen Z Impact Fest 2026 diinisiasi oleh Suara.com, SKM Bulaksumur, dan Kagama Persma. Pelaksanaan acara ini mendapat dukungan collaborator dari International Media Support (IMS) dan Swedish International Development Cooperation Agency (Sida). Program ini juga didukung oleh sponsor Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Kayong Aluminium Nusantara, dan Astra.

Dukungan terhadap pelaksanaan Gen Z Impact Fest 2026 turut datang dari berbagai supporting partners, yaitu Majika, Wondermis, ParagonCorp, Frisian Flag, Kino Indonesia, Dekayu, Bank Jago, Aviroam, Eventmerch, It’s Love Pastry & Bakery, Speakers Academy, Mydervia, Psikopersada Khatulistiwa, dan Kemuning Java.

Sementara itu, penyebarluasan informasi dan pesan Gen Z Impact Fest 2026 turut didukung oleh media partners CelebrityInk.com, Bantul Mantul, Mojok, dan The Tribes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

Gen Z Impact Fest 2026 Jadi Momentum 35 Tahun Perjalanan SKM Bulaksumur

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:46 WIB

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

Buka Gen Z Impact Fest 2026, Menteri Brian Yuliarto Dorong Generasi Muda Jadi Thinking Generation

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×