Harga Minyak Meroket! Tembus Level Tertinggi Baru Akibat Perang AS-Iran

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 11 September 2026 | 08:29 WIB
Harga Minyak Meroket! Tembus Level Tertinggi Baru Akibat Perang AS-Iran
Ilustrasi aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz [Unsplash/Hisham]
baca 10 detik
  • Konfrontasi militer laut antara Amerika Serikat dan Iran terjadi di perairan strategis Timur Tengah pada Jumat, 11 September 2026.
  • Ketegangan tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga mencapai USD 108,21 per barel akibat kekhawatiran pasokan.
  • Aksi militer dan penguasaan wilayah oleh kelompok Houthi mengancam jalur pelayaran vital sehingga menaikkan risiko harga minyak global.

Suara.com - Harga minyak mentah global kembali merangkak naik pada perdagangan Jumat (11/9/2026), didorong oleh kekhawatiran pasar atas eskalasi konflik di jalur pelayaran Timur Tengah.

Patokan harga minyak Brent mendekati rekor tertingginya dalam empat bulan terakhir usai konfrontasi militer laut antara Amerika Serikat dan Iran berujung pada saling serang kapal di perairan strategis.

Berdasarkan data Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent mencatatkan kenaikan 0,6 persen menjadi USD 108,21 per barel. Harga patokan global ini sempat menyentuh level tertinggi hariannya di USD 109,97 per barel, yang merupakan posisi terkuat sejak awal Mei.

Tren serupa terjadi pada minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang menguat 0,55 persen ke level USD 103,08 per barel.

Secara akumulatif sepanjang pekan ini, minyak Brent melonjak signifikan hingga 12,4 persen, mencetak performa mingguan terbaiknya sejak awal Juli. Sementara itu, WTI turut membukukan lonjakan tajam sebesar 12,7 persen dalam periode yang sama.

Lonjakan harga komoditas energi ini dipicu oleh pecahnya pertempuran laut terburuk semenjak konflik kawasan tersebut bergulir tujuh bulan lalu.

Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz. Aksi tersebut langsung direspons oleh militer Amerika Serikat dengan menenggelamkan lima kapal tanker milik Iran, menandakan minimnya peluang deeskalasi dalam waktu dekat.

Tekanan terhadap pasokan makin berat setelah kelompok Houthi asal Yaman, yang mendapat dukungan dari Iran, berhasil merebut kendali kota pelabuhan Mocha.

Penguasaan wilayah ini memperluas dominasi Houthi atas jalur pelayaran vital Selat Bab el-Mandeb. Kelompok yang sebelumnya telah mendeklarasikan blokade maritim terhadap Arab Saudi tersebut terpantau terus melancarkan agresi terhadap kapal kargo di Bab el-Mandeb serta menargetkan infrastruktur energi Saudi.

baca juga

Rangkaian aksi militer yang membayangi Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb memicu spekulasi kelumpuhan total pada rute pasokan utama minyak Timur Tengah.

Kondisi krisis ini memaksa pelaku pasar global untuk memasukkan perhitungan premi risiko yang jauh lebih tinggi terhadap harga minyak mentah ke depannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:07 WIB

Amerika Serikat Akan Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump atau Trump Strait

Amerika Serikat Akan Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump atau Trump Strait

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:11 WIB

Sikap Donald Trump Soal Peluang Negosiasi Amerika Serikat dan Iran, Bakal Benar-benar Damai?

Sikap Donald Trump Soal Peluang Negosiasi Amerika Serikat dan Iran, Bakal Benar-benar Damai?

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:43 WIB

Terkini

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×