- Basarnas Banten melakukan evaluasi total pada Senin (14/9) untuk menentukan perpanjangan pencarian delapan korban hilang kontak di Selat Sunda.
- Gubernur Banten Andra Soni berharap Basarnas memperpanjang waktu pencarian kapal cepat yang membawa lima jurnalis dan tiga awak tersebut.
- Kapal cepat yang berangkat dari Dermaga Pegedongan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September itu dilaporkan hilang kontak.
Suara.com - Pencarian delapan korban hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, kini memasuki masa krusial. Memasuki hari ketujuh operasi pada Senin (14/9), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersiap menggelar evaluasi total untuk menentukan nasib perpanjangan operasi SAR.
Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menegaskan bahwa pergerakan tim di hari ketujuh ini menjadi penentu utama langkah berikutnya.
"Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan nanti kita lihat dari hasil pelaksanaan hari ketujuh ini sehingga nanti jadi bahan evaluasi kita, apakah operasi akan kita hentikan ataupun diperpanjang," katanya.
Secara teknis, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo, menjelaskan bahwa perpanjangan masa pencarian bergantung pada temuan di lapangan.
Operasi dapat dilanjutkan jika tim menemukan tanda-tanda fisik keberadaan korban, barang-barang pribadi, hingga laporan saksi mata mengenai sebaran material kecelakaan.
![PPersonel Basarnas membawa temuan jaket penyelamat usai pencarian hari keenam jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (13/9/2026). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/14/22159-pencarian-5-jurnalis-hilang-di-selat-sunda-jurnalis-hilang-kontak.jpg)
Sebaliknya, jika evaluasi akhir tidak menemukan indikasi baru, operasi SAR secara resmi dapat dinyatakan selesai. Namun, Rangga menegaskan bahwa penghentian operasi bukan berarti pencarian tutup buku secara permanen.
"Kalaupun seandainya operasi SAR ditutup, berganti mode kesiapsiagaan. Bilamana ditemukan tanda-tanda adanya laporan keberadaan korban, operasi SAR diadakan kembali," katanya.
Di sisi lain, dorongan agar pencarian terus dilanjutkan datang dari pemerintah daerah. Gubernur Banten, Andra Soni, berharap Basarnas tidak langsung menutup operasi jika hingga Senin sore para korban belum ditemukan.
"Harapan saya adalah untuk memaksimalkan pencarian dan memperpanjang waktu pencarian," ujar Andra Soni.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah kapal cepat bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal yang mengangkut delapan orang tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak.
Lima dari delapan penumpang merupakan jurnalis, yaitu:
- M. Bagus Khoirunnas (ANTARA)
- Ari Basuki (Merdeka)
- Yudhistiro Pranoto (iNews)
- Firman Daus (Anadolu)
- Donal Husni (Jurnalis Lepas)
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus menyisir perairan Selat Sunda sambil mengumpulkan setiap petunjuk sekecil apa pun di lapangan. (Antara)