- Ekonom UGM Yudistira menyoroti pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya ke Suahasil pada Selasa, 15 September 2026.
- Pergantian tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kesinambungan program fiskal serta respons pasar keuangan terhadap kredibilitas pengelolaan anggaran.
- Pemerintah harus mengevaluasi penempatan dana di perbankan serta mengantisipasi lonjakan defisit APBN dan gejolak harga energi.
Bank juga harus memperhitungkan risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), terutama ketika kondisi sektor riil belum sepenuhnya siap menyerap pendanaan dalam jumlah besar.
"Nah, pertanyaannya ya untuk itu adalah apakah terus kemudian likuiditas itu ditarik kembali? Disimpan lagi di BI, enggak jadi gitu loh ya. Atau kemudian diteruskan dengan penanganan risiko atau manajemen risiko yang berbeda dari daripada sebelumnya," tuturnya.
Ditambahkan Yudistira, tantangan Suahasil tidak hanya berasal dari pengelolaan fiskal dan perbankan. Gejolak harga minyak serta situasi geopolitik yang meningkat juga dapat menekan kebutuhan anggaran pemerintah, khususnya dalam menjaga harga energi.
"Tiga hal itu, soal kontinuitas, serta kredibilitas ya tentunya, kontinuitas kebijakan, terus kemudian respon pasar terutamanya di pasar keuangan, serta bagaimana ini yang juga menarik kan melihat ketika gejolak harga minyak dan geopolitik lagi naik nih. Ya, bagaimana bisa memenuhi harga energi sebagai contoh," pungkasnya.