Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB
Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman
Pemberontak Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mocha dan mengancam ekspor minyak Arab Saudi. (CNA)
baca 10 detik
  • Koalisi Arab Saudi berjanji membalas tegas serangan rudal Houthi yang melukai 13 warga sipil.

  • Pertempuran sengit di Yaman memaksa lebih dari 125.000 warga mengungsi dari rumah mereka.

  • Penguasaan wilayah pesisir Laut Merah oleh Houthi mengancam jalur perdagangan dan energi dunia.

Suara.com - Koalisi pimpinan Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk merespons secara tegas serangan rudal dan drone yang diluncurkan milisi Houthi. Aksi mematikan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut telah melukai 13 warga sipil di tiga wilayah perkotaan Arab Saudi.

Gempuran terbaru Houthi menghantam daerah Khamis Mushait, Abha, dan Taif hingga merusak tujuh rumah serta dua unit kendaraan. Pihak koalisi memastikan serangan udara tersebut membahayakan keselamatan warga dan merusak fasilitas pemukiman.

“Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan menangani serangan-serangan ini secara bertanggung jawab dan tegas demi melindungi kedaulatan kerajaan,” tegas juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, dikutip dari Al Jazeera.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah. [NY Post]
ILUSTRASI rudal. [NY Post]

Eskalasi militer yang kian memuncak memaksa belasan ribu keluarga di Yaman melarikan diri dari zona pertempuran. Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengonfirmasi sedikitnya 18.000 rumah tangga atau sekitar 125.000 jiwa telah terdesak menjadi pengungsi sejak awal bulan.

Tekanan terhadap operasi bantuan kemanusiaan kini berada pada titik kritis seiring meluasnya areal peperangan. Gelombang pengungsian masif terus terjadi di saat korban dari kalangan sipil berjatuhan setiap hari.

Di sisi lain, milisi Houthi mengklaim bahwa jet tempur Arab Saudi telah melancarkan 54 serangan udara dalam kurun waktu 24 jam. Gempuran udara itu menyasar lima wilayah provinsi, termasuk kompleks pemerintahan di Distrik Khadir, Provinsi Taiz.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebutkan jet tempur jenis F-15 dan Typhoon dilepaskan dari pangkalan udara Khamis Mushait serta Taif. Kelompok ini lantas mengancam akan meluncurkan aksi pembalasan yang lebih besar.

Media yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan tiga warga sipil tewas, termasuk dua anak-anak, akibat serangan balasan tersebut. Hingga kini, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas klaim korban jiwa tersebut.

Houthi merilis data yang menyebutkan jet tempur koalisi telah memborbardir wilayah Yaman sebanyak 300 kali dalam kurun lima hari. Sebagai bentuk aksi balasan, puluhan rudal dihantamkan ke Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.

baca juga

Penyerangan itu menargetkan hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, hingga gudang amunisi utama milik Arab Saudi. Aksi saling balas lewat udara ini mengikuti pergerakan masif pasukan darat Houthi di kawasan pesisir barat Yaman.

Milisi Houthi kini memegang kendali atas sebagian besar pesisir Laut Merah dan terus merangsek mendekati Selat Bab al-Mandeb. Jalur perairan ini sangat krusial bagi lalu lintas kapal energi dan jalur perdagangan internasional.

Kondisi keamanan di Selat Bab al-Mandeb makin krusial mengingat gangguan navigasi mendasar sedang terjadi di Selat Hormuz. Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman mengklaim berhasil merebut kembali beberapa posisi strategis di Taiz dan mengikis kekuatan Houthi di pesisir.

Laporan terbaru pejabat setempat mengonfirmasi bahwa Houthi telah menguasai Pulau Hanish Besar dan Hanish Kecil serta Pulau Mayyun. Penguasaan pulau-pulau di mulut Laut Merah ini makin memperkuat posisi tawar militer kelompok tersebut.

Eskalasi pertempuran yang menjangkau wilayah Arab Saudi memicu spekulasi pengaktifan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Pakta keselamatan ini baru saja ditandatangani Arab Saudi bersama Turki dan Pakistan pada bulan lalu.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menegaskan bahwa agresi tanpa provokasi terhadap Arab Saudi akan mengaktifkan klausul bantuan pertahanan. Namun, para pengamat militer meragukan Islamabad maupun Ankara bakal menurunkan pasukan secara langsung ke arena perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

Warga Makkah dan Jeddah Diminta Berlindung Usai Alert Darurat Serangan Rudal

Warga Makkah dan Jeddah Diminta Berlindung Usai Alert Darurat Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:29 WIB

Terkini

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

Weton Ketemu 24 Artinya Apa Menurut Primbon Jawa? Ini Maknanya dalam Hubungan

Weton Ketemu 24 Artinya Apa Menurut Primbon Jawa? Ini Maknanya dalam Hubungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:45 WIB

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 10:42 WIB

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:39 WIB

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:32 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

×