- Menteri Wihaji menegaskan pelayanan KB pascapersalinan harus memberi manfaat nyata dan tidak sekadar mengejar target administratif.
- POGI mengusulkan pengintegrasian pelayanan KB pascapersalinan dengan layanan kesehatan ibu sejak masa kehamilan hingga masa nifas.
- Peningkatan kualitas pelayanan memerlukan inovasi edukasi kreatif serta proses konseling yang memberikan ruang bagi keputusan pasien.
Ia menjelaskan POGI berperan menghubungkan pedoman klinis dengan pelayanan yang diterima pasien. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan standar klinis, pelatihan tenaga kesehatan, konseling pasien, integrasi layanan, advokasi kebijakan, registri dan monitoring, serta peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Dhika menekankan kualitas pelayanan KB pascapersalinan juga sangat ditentukan oleh proses konseling. Tenaga kesehatan perlu memberikan ruang kepada pasien untuk mengambil keputusan secara sukarela.
Dalam proses tersebut, tenaga kesehatan perlu memahami rencana reproduksi pasien dan menjelaskan berbagai pilihan metode secara seimbang.
Pasien juga perlu memperoleh informasi mengenai manfaat, efek samping, serta tindak lanjut dari metode kontrasepsi yang dipilih.