Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 17 September 2026 | 12:01 WIB
Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel
Pemerintah AS merencanakan penjualan ribuan bom berat senilai 2,8 miliar dolar ke Israel. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Pemerintah AS merencanakan penjualan 40.000 bom berat senilai 2,8 miliar dolar ke Israel.

  • Anggota Kongres AS berusaha memblokir rencana penjualan bom masif tersebut secara resmi.

  • Transaksi ini memicu kecaman luas karena ancaman peningkatan korban jiwa warga sipil.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat memproses penjualan senjata besar-besaran berupa 40.000 unit bom berdaya ledak tinggi seberat 907 kilogram senilai 2,8 miliar dolar AS (Rp 49,6 triliun) untuk Israel. Langkah ini langsung memicu penentangan keras dari anggota Kongres serta para pengamat politik internasional.

Pengadaan amunisi pemungkas tersebut didanai penuh melalui skema Pembiayaan Militer Luar Negeri dari kas negara Amerika Serikat. Paket hibah ini mencakup bom jenis MK-84, varian pelapis termal BLU-117, hingga hulu ledak penembus struktur bawah tanah I-2000 Penetrator.

Pengiriman puluhan ribu amunisi penghancur ini dinilai memberikan dorongan kekuatan militer tanpa syarat di tengah eskalasi konflik kawasan yang berlarut-larut. Nilai transaksi tersebut tercatat sebagai angka penjualan senjata jenis amunisi berat terbesar bagi Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis, dalam eskalasi terbaru yang juga menjangkau pinggiran ibu kota Beirut. [Istimewa]
Serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis, dalam eskalasi terbaru yang juga menjangkau pinggiran ibu kota Beirut. [Istimewa]

Daya rusak bom MK-84 dikenal sangat masif hingga mampu meratakan bangunan bertingkat serta menyebarkan pecahan besi hingga ratusan meter. Penggunaan amunisi seberat 2.000 pound ini kerap menyisakan kawah sedalam belasan meter di titik ledakan.

Komentator konservatif Tucker Carlson merinci bahaya amunisi tersebut melalui akun X miliknya.

"Mark 84 buatan Amerika memiliki radius kehancuran setengah mil," tulis Tucker Carlson di X, mengutip seorang pejabat federal yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (17/9/2026).

"Bom ini melepaskan gelombang panas setara suhu permukaan matahari ... Bom ini meruntuhkan gedung-gedung apartemen dan meninggalkan kawah sedalam tiga puluh lima kaki."

Informasi rencana penjualan senjata ini telah disampaikan secara informal kepada komite eksekutif Kongres Amerika Serikat. Langkah pemerintah ini langsung memicu upaya pemblokiran dari legislatif yang memiliki kewenangan peninjauan.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menolak memberikan rincian lengkap mengenai status transaksi tersebut.

baca juga

seorang pejabat senior administrasi hanya mengatakan bahwa "semua penjualan senjata ke luar negeri bergerak melalui proses yang sesuai," sementara Departemen Luar Negeri menyatakan tidak mengomentari usulan penjualan sebelum pemberitahuan resmi ke Kongres.

Senator Amerika Serikat Chris Van Hollen menyatakan komitmennya untuk menghentikan pengesahan paket bantuan amunisi tersebut secara hukum. Ia menuding pemerintah telah menyalahgunakan uang pajak masyarakat untuk mendukung aksi kejahatan perang.

Senator Chris Van Hollen menuduh Trump "mengirimkan bom yang dibayar oleh pembayar pajak Amerika kepada pemerintah yang dipimpin oleh seorang penjahat perang yang dicari."

Perwakilan Gregory Meeks dari Partai Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR menolak memberi lampu hijau terhadap skema transaksi amunisi tersebut. Penolakan dari komite DPR ini secara otomatis menahan laju proses penjualan pada tahap peninjauan informal.

"Pemerintahan Trump belum memberikan jaminan yang cukup bahwa senjata-senjata ini akan digunakan oleh pemerintah Netanyahu sesuai dengan hukum dan dengan perlindungan yang memadai bagi warga sipil. Oleh karena itu, saya tidak akan meloloskan penjualan ini saat ini," kata Gregory Meeks dalam pernyataan resmi komite di platform X.

"tidak mengurangi dukungan Kongres terhadap kebutuhan pertahanan sah Israel tetapi mencerminkan tanggung jawab Kongres untuk memastikan bahwa senjata yang didanai AS digunakan secara sah, bertanggung jawab, dan dengan perlindungan yang bermakna bagi kehidupan manusia," tambah Gregory Meeks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama di Dunia! Amerika Serikat Pasang Senjata di Luar Angkasa

Pertama di Dunia! Amerika Serikat Pasang Senjata di Luar Angkasa

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:13 WIB

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:48 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

News | Senin, 02 November 2026 | 09:03 WIB

Dari Wishlist hingga Checkout, Lagu no na x Shopee Jadi Soundtrack Kehidupan Para Shopping Lovers!

Dari Wishlist hingga Checkout, Lagu no na x Shopee Jadi Soundtrack Kehidupan Para Shopping Lovers!

News | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

Foto | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

Usai Batalkan Suket SMA Gibran, MA Gelar Konferensi Pers Jelaskan Putusan Kasasi Siang Ini!

Usai Batalkan Suket SMA Gibran, MA Gelar Konferensi Pers Jelaskan Putusan Kasasi Siang Ini!

News | Senin, 02 November 2026 | 08:55 WIB

Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim

Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:50 WIB

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:49 WIB

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

×