Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 17 September 2026 | 12:01 WIB
Amerika Serikat Jual 40 Ribu Bom Raksasa Rp 49,6 Triliun ke Israel
Pemerintah AS merencanakan penjualan ribuan bom berat senilai 2,8 miliar dolar ke Israel. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Pemerintah AS merencanakan penjualan 40.000 bom berat senilai 2,8 miliar dolar ke Israel.

  • Anggota Kongres AS berusaha memblokir rencana penjualan bom masif tersebut secara resmi.

  • Transaksi ini memicu kecaman luas karena ancaman peningkatan korban jiwa warga sipil.

Penolakan terhadap pengiriman paket bom raksasa ini juga datang dari mantan anggota DPR Amerika Serikat. Kritik tajam menyasar penggunaan dana publik yang dianggap memfasilitasi jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.

Mantan Anggota Kongres Marjorie Taylor Greene menyuarakan kekecewaannya secara terbuka.

"Kami tidak memilih ini. Amerika tidak mendukung ini. Uang pajak dan senjata kita telah digunakan untuk membunuh puluhan ribu orang tak berdosa," tulis Marjorie Taylor Greene.

Tucker Carlson secara tegas menilai bantuan militer ini sebagai tindakan yang sangat tidak tepat di tengah krisis kemanusiaan.

"Paket bernilai sekitar $3 miliar tersebut sebagai hadiah kepada pemerintah Israel yang sedang bekerja untuk memusnahkan populasi sipil yang tidak bersenjata di Gaza," kata dia, sembari menyerukan kepada para senator dan pembuat undang-undang AS untuk memblokir kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, para pakar hubungan internasional menilai pengiriman amunisi ini memberi pesan geopolitik yang keliru. Sikap pemerintah dianggap bertentangan dengan retorika perdamaian yang sering disuarakan.

Brian Finucane, penasihat senior Program AS di International Crisis Group, mengatakan bahwa penjualan tersebut mengirimkan bentuk kepercayaan kepada Israel. Meskipun secara tidak sengaja, di saat pemerintah menyatakan ingin menenangkan kawasan tersebut.

Penggunaan bom berat seberat 907 kilogram oleh militer Israel telah berulangkali menghantam titik pemukiman dan kawasan aman di Gaza serta Lebanon. Penggunaan amunisi masif di zona padat penduduk ini memicu gelombang kecaman internasional atas jatuhnya ribuan korban sipil.

Pemerintahan Presiden Joe Biden sempat menahan pengiriman bom sejenis pada tahun 2024 karena kekhawatiran atas keselamatan warga sipil. Namun, pembekuan pasokan senjata tersebut langsung dibatalkan pada bulan pertama masa jabatan pemerintahan Donald Trump.

baca juga

Rencana transaksi bernilai fantastis ini mengemuka di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Isu keterlibatan dana pembayar pajak AS untuk perang tanpa syarat kini menjadi perdebatan sengit antarpartai di Washington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama di Dunia! Amerika Serikat Pasang Senjata di Luar Angkasa

Pertama di Dunia! Amerika Serikat Pasang Senjata di Luar Angkasa

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:13 WIB

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:48 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 21:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

×