KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 September 2026 | 16:26 WIB
KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan
KESGI 50 Jadi Acuan Baru untuk Menilai Emiten Berkelanjutan. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • CEO Katadata Metta Dharmasaputra membuka forum Katadata SAFE 2026 di Jakarta pada Rabu, 16 September 2026.
  • Forum tersebut menuntut penerapan keberlanjutan secara konkret dalam kegiatan usaha dan kebijakan pemerintah mengatasi berbagai tantangan.
  • Katadata memperkenalkan rencana peluncuran indeks KESGI 50 untuk membantu investor memilih emiten berdasarkan kinerja ESG dan fundamental.

Suara.com - Sustainability masih kerap berhenti pada komitmen dan jargon, sementara tantangan keberlanjutan terus berkembang di berbagai sektor.

Karena itu, forum sustainability tidak hanya dituntut membicarakan target dan kebijakan, tetapi juga mendorong pembahasan yang lebih konkret tentang bagaimana keberlanjutan diterapkan dalam kegiatan usaha dan kebijakan pemerintah.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9). Co-founder sekaligus CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan sudah saatnya sustainability diwujudkan dalam aksi nyata, baik melalui kebijakan pemerintah maupun kegiatan usaha.

Ia berharap berbagai persoalan, termasuk rencana ekspor listrik dan tantangan kepentingan sektoral, dapat dibahas secara konkret dalam forum yang berlangsung 16–17 September 2026 itu.

“Mudah-mudahan kita semua bisa membicarakan banyak hal, mungkin saya ingin titip, agar bisa membicarakan hal-hal yang konkret,” kata Metta saat membuka Katadata SAFE 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Katadata juga memperkenalkan rencana Katadata ESG 50 Index (KESGI 50), indeks yang menggabungkan kinerja ESG dengan kondisi fundamental perusahaan.

Indeks ini nantinya memuat 50 emiten yang dinilai memiliki kinerja keberlanjutan sekaligus fundamental yang sehat.

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto menjelaskan, KESGI 50 dirancang untuk menjawab dilema investor ketika memilih antara emiten dengan kinerja ESG baik tetapi fundamental atau likuiditas belum optimal, dan emiten dengan fundamental kuat tetapi kinerja ESG belum optimal.

KESGI 50 menggunakan sejumlah parameter, mulai dari performa ESG berdasarkan metodologi Katadata ESG Insight, kualitas fundamental emiten, kelayakan pasar seperti likuiditas dan free float, hingga market valuation.

baca juga

Mereka menyebut indeks itu akan menjadi pelengkap indeks ESG yang sudah tersedia di Bursa Efek Indonesia, seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

KESGI 50 juga diarahkan menggunakan data lokal Indonesia dan mengaitkannya dengan kondisi pasar untuk membantu investor dalam mengambil keputusan investasi.

Peluncuran resmi KESGI 50 rencananya dilakukan dalam waktu dekat di Bursa Efek Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Intip Strategi Emiten Alat Berat INTA Jaga Bisnis Jangka Panjang

Intip Strategi Emiten Alat Berat INTA Jaga Bisnis Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×