- Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan program AI Talent Factory untuk mencetak pengembang teknologi kecerdasan buatan.
- Program kolaborasi kampus ini melatih mahasiswa terpilih menyelesaikan berbagai kasus nyata melalui proyek berbasis kecerdasan buatan.
- Hasil pengembangan teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu pemerintah menangani berbagai persoalan seperti pendidikan dan judi online.
"Kita secara internal di Komedigi mencoba memakai use case bagaimana menelani judi online, untuk crawling, untuk detection, identification, sampai juga dengan langkah-langkah untuk menghambat penyebaran judi online ini," katanya.
Nezar mengatakan berbagai use case tersebut menunjukkan upaya generasi muda Indonesia untuk mengejar perkembangan teknologi AI sekaligus menghasilkan solusi berdasarkan persoalan yang ada.
"Jadi ada banyak use case yang dikerjakan oleh generasi muda kita dan itu cukup menjanjikan. Menjanjikan dan tidak kalah dengan platform-platform lain," kata dia.
Menurut dia, pendekatan pengembangan AI seharusnya berangkat dari persoalan yang ingin diselesaikan, kemudian teknologi digunakan sebagai alat untuk mencari solusinya.
"Jadi sebetulnya berangkatnya adalah pada problem dulu. Problem apa sih yang mau kita pecahkan? Lalu kemudian teknologi datang di situ," ucap Nezar.
Program pengembangan talenta tersebut menjadi salah satu cara pemerintah mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang mampu mengembangkan solusi di dalam ekosistem AI.