- Pidato KH Hasan Abdullah Sahal di Gontor menyambut kehadiran Presiden Prabowo.
- Pidato KH Hasan Abdullah Sahal di Gontor mengulas asal-usul nama pesantren.
- Pidato KH Hasan Abdullah Sahal di Gontor menyampaikan pesan filosofi pendidikan.
4. Kedatangan 7 Presiden dan Husnuzhan kepada Pemimpin
Kiai Hasan menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto, yang mencatatkan sejarah tersendiri karena Gontor telah dikunjungi oleh tujuh presiden sejak masa-masa perjuangan hingga kini.
Beliau juga menegaskan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo menaruh husnuzhan atau prasangka baik kepada Gontor.
"Insya Allah saya yakin Pak Prabowo ini berbincang-bincang dengan saya... sudah satu kali, dua kali, tiga kali, sekarang yang keempat kali. Maka saya insya Allah selama Pak Presiden husnuzhan kepada saya, dengan Gontor, insya Allah Gontor husnuzhan kepada Bapak Presiden!" kata Kiai Hasan.
5. Prinsip Pendidikan "Be the Best, Do the Best, Have the Best"
Dalam dunia pendidikan, Kiai Hasan membedakan antara mentalitas pedagang dan mentalitas pendidik.
Jika orang berdagang biasanya berorientasi pada hasil akhir, maka dunia pendidikan harus berfokus pada proses dan kualitas diri yang paripurna.
"Kalau orang dagang, Pak, orang dagang biasanya 'Have the best, do the best, be the best'. Kalau pendidikan ini: 'Be the best, do the best, have the best'! Jadi orang baik, kerjakan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik," katanya.
6. Kelakar Ikonik Soal Cari Muka dan Doa untuk Presiden
Suasana kembali cair ketika Kiai Hasan melontarkan candaan segar mengenai makna cari muka di hadapan Presiden Prabowo, yang langsung disambut gelak tawa para santri dan pejabat tinggi negara.
"Andai kata Pak Prabowo hari ini nggak datang, nah ini muka saya, saya taruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka! Sekarang banyak orang yang cari muka, betul? Orang ndak punya ijazah, cari ijazah. Orang ndak punya nama, cari nama. Orang ndak punya uang, cari uang. Orang ndak punya jabatan, cari jabatan. Orang ndak punya muka, cari muka!" ucapnya disambut tawa riuh seisi gedung.
Beliau kemudian menegaskan bahwa kedatangan Presiden Prabowo membawa berkah tersendiri bagi pengembangan kompleks pondok yang awalnya hanya seluas 1,2 hektar pada tahun 1958 dan kini telah berkembang pesat.
7. Penyerahan "Hadiah Gontor untuk Indonesia" dan Peresmian Mushhaf
Menutup pidatonya yang sarat keteladanan, Kiai Hasan menyerahkan "Hadiah Gontor untuk Indonesia" sekaligus meresmikan Mushhaf Gontor yang dicetak dan diterbitkan langsung oleh percetakan pondok untuk dibagikan kepada umat Islam.
Pidato ditutup dengan pesan mendalam bahwa Gontor akan terus konsisten mendidik, mencerahkan, dan membersamai langkah bangsa Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.