Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Galih Prasetyo

Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • CELIOS memperkirakan kerugian ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla di Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai Rp123,1 triliun.
  • Kerugian tersebut mencakup gangguan aktivitas ekonomi senilai Rp29,54 triliun serta potensi biaya kesehatan masyarakat mencapai Rp93,56 triliun.
  • Kementerian Kehutanan mencatat luas areal hutan dan lahan yang terbakar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 202.010 hektare.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi dan biaya kesehatan hingga Rp123,1 triliun.

Angka tersebut merupakan estimasi batas atas yang dihitung Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Nilai itu belum memasukkan skenario apabila kebakaran hutan dan lahan terus meluas hingga akhir 2026.

CELIOS mencatat total biaya ekonomi dan kesehatan karhutla 2026 berada pada kisaran Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun.

Besarnya dampak tersebut menunjukkan karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Direktur Ekonomi CELIOS Nailul Huda mengatakan kerugian ekonomi akibat hilangnya aset fisik dan terganggunya aktivitas ekonomi diperkirakan mencapai Rp29,54 triliun.

Foto udara asap mengepul dari kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Foto udara asap mengepul dari kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]

Nilai tersebut setara sekitar 0,23 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dampaknya mencakup gangguan terhadap perdagangan, pertanian, akomodasi, serta sektor makanan dan minuman akibat asap dan terganggunya kegiatan produksi.

“Angka Rp123,1 triliun ini setara 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah tahun 2026. Angka ini belum menghitung skenario meluasnya karhutla hingga akhir tahun,” kata Nailul kepada This Week in Asia seperti dikutip dari media Malaysia, Utusan.

baca juga

“Artinya, potensi kerugian riil bisa jauh lebih besar dari yang kami sampaikan hari ini,” lanjutnya.

Selain kerugian ekonomi, karhutla juga berpotensi menggerus penerimaan pajak.

CELIOS memperkirakan potensi penerimaan pajak daerah yang hilang mencapai sekitar Rp269,86 miliar.

Namun, beban terbesar dalam skenario CELIOS berasal dari sektor kesehatan.

Jika masyarakat yang mengalami gejala gangguan kesehatan akibat karhutla turut diperhitungkan, biaya kesehatan diperkirakan mencapai Rp93,56 triliun.

Angka tersebut setara sekitar 67,6 persen dari anggaran fungsi kesehatan dalam APBN 2026.

CELIOS memperkirakan sekitar 17,4 juta orang dapat masuk dalam kelompok yang terdiagnosis maupun mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam skenario tersebut.

Sementara untuk masyarakat yang benar-benar terdiagnosis ISPA oleh tenaga kesehatan,

CELIOS memperkirakan sekitar 1,78 juta orang terdampak dengan total biaya kesehatan mencapai Rp9,75 triliun. Biaya tersebut mencakup pengeluaran kesehatan langsung maupun tidak langsung.

Karhutla juga menunjukkan sebaran yang semakin luas.

Data Kementerian Kehutanan yang dikutip dalam laporan CELIOS mencatat luas areal terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 202.010 hektare.

Kalimantan Barat tercatat sebagai wilayah dengan luas areal terbakar terbesar, yakni sekitar 38.310 hektare.

Papua Selatan menyusul dengan sekitar 25.839 hektare, menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya terkonsentrasi di kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kebakaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:54 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×