- PM Israel Benjamin Netanyahu dan ribuan pemukim mendatangi Tembok Buraq dengan pengamanan ketat pada Sabtu, 19 September 2026.
- Kunjungan tersebut dilakukan menjelang hari raya Yom Kippur dan diiringi pengerahan pasukan besar di Kota Tua Yerusalem.
- Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan kunjungan itu sebagai pelanggaran terang-terangan dan provokasi terhadap umat Islam.
Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama sejumlah menteri pemerintahannya dan ribuan pemukim mendatangi area Tembok Buraq atau Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem pada Sabtu (19/9/2026) malam waktu setempat.
Kunjungan tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat menjelang Yom Kippur, hari raya paling sakral dalam kalender Yahudi.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu tiba di area Tembok Buraq dengan pengawalan keamanan ketat.
Sementara itu, Pemerintah Kota Yerusalem Palestina menyatakan sejumlah menteri Israel turut berada di lokasi bersama ribuan pemukim.
Otoritas Palestina menyebut kawasan Kota Tua Yerusalem dijaga ketat oleh pasukan Israel untuk mengamankan perjalanan para pemukim menuju area Tembok Buraq.
![Kelompok Hamas mengecam kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke kawasan terowongan dan situs penggalian di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa dan Tembok Al-Buraq di Yerusalem Timur. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/21/86576-benjamin-netanyahu.jpg)
Ribuan pemukim disebut memasuki area tersebut melalui Jalan Al-Wad di kawasan Kota Tua.
Aktivitas itu berlangsung sehari sebelum Yom Kippur dimulai pada Minggu malam dan berlanjut hingga Senin malam.
Seruan Ritual di Dekat Al-Aqsa
Pemerintah Kota Yerusalem juga menyebut sejumlah kelompok pemukim sebelumnya menyerukan pelaksanaan doa dan ritual Yahudi di sekitar Bab Al-Rahmah setelah tengah malam.
Mereka disebut mengajak para peserta berkumpul sekitar pukul 00.00 waktu setempat di luar tembok kompleks Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan ritual yang dikenal sebagai Selichot menjelang Yom Kippur.
Situasi tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan pengamanan Israel di Yerusalem menjelang hari raya tersebut.
Polisi dan pasukan keamanan dikerahkan dalam jumlah besar di kawasan Kota Tua.
Netanyahu Masuk Terowongan Bawah Tembok Buraq
Kunjungan Netanyahu ke kawasan Tembok Buraq menjadi bagian dari rangkaian aktivitas politik dan keagamaan pejabat serta kelompok pemukim Israel menjelang Yom Kippur.
Al Jazeera melaporkan Netanyahu juga mengunjungi jaringan terowongan di bawah kawasan Tembok Barat pada Sabtu.
Dalam video yang dibagikan Netanyahu, ia terlihat bersama istrinya, Sara Netanyahu, berada di dalam terowongan tersebut.
“Kami berada di terowongan di Tembok Al-Buraq. Menyentuh batu yang menjadi bagian dari keberadaan kami merupakan sesuatu yang menggerakkan," kata Netanyahu.
Ia kemudian menambahkan bahwa dirinya berada sangat dekat dengan tempat yang dianggap paling suci dan menyatakan, “Kami akan selalu berada di sini.”
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan dan provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (21/9/2026).
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan pejabat Israel dan para pemukim memasuki halaman Al-Aqsa di bawah perlindungan pasukan Israel.
"Kerajaan kembali menegaskan penolakannya secara tegas terhadap praktik provokatif serta tindakan hasutan dan kekerasan ilegal dan ekstrem yang dilakukan pejabat pendudukan Israel terhadap warga Palestina dan tempat-tempat suci di Palestina yang diduduki," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.