Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:09 WIB
Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi
Ilustrasi Menu MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
baca 10 detik
  • Komnas HAM menyoroti adanya miskonsepsi bahwa anak bertubuh pendek otomatis stunting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis pada Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Pramono Ubaid menyatakan program Makan Bergizi Gratis masih berfokus pada kuantitas penerima daripada kualitas gizi dan standar Angka Kecukupan Gizi.
  • Pencegahan stunting memerlukan intervensi luas meliputi protein hewani, imunisasi, pola asuh, edukasi keluarga, hingga perilaku hidup bersih dan sehat.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti masih adanya miskonsepsi mengenai stunting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komnas HAM berpandangan kalau kondisi anak yang memiliki tubuh pendek tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai stunting.

Penentuan stunting seharusnya dilakukan berdasarkan diagnosis serta data kesehatan yang memadai.

“Masih terdapat miskonsepsi mengenai stunting sebagai dasar pelaksanaan program MBG, termasuk kecenderungan mengidentifikasi anak bertubuh pendek sebagai stunting tanpa basis diagnosis dan data kesehatan yang memadai,” kata Anggota Komnas HAM, Pramono Ubaid dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/10/2026).

Ia menegaskan, pencegahan stunting juga tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian makanan bergizi. Persoalan tersebut membutuhkan intervensi yang lebih luas dan melibatkan berbagai aspek kehidupan anak.

Pramono menyebut sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari kecukupan protein hewani, imunisasi, pola asuh, edukasi keluarga, hingga kondisi sosial ekonomi.

Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengurangan paparan asap rokok juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Di sisi lain, Pramono menilai pelaksanaan MBG sejauh ini masih cenderung menitikberatkan pada jumlah penerima manfaat.

“Pelaksanaan program MBG masih berfokus pada kuantitas jumlah penerima manfaat, belum terlalu memperhatikan kualitas gizi dan kebutuhan gizi dari penerima manfaat,” ujarnya.

baca juga

Sayangnya, juga belum optimal penerapan standar gizi makanan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Menurut Pramono, penerapan standar tersebut penting untuk memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap penerima manfaat.

Tak hanya itu, Komnas HAM menemukan adanya perhatian terhadap penggunaan makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF), produk susu, biskuit, serta makanan dengan kandungan gula dan natrium tinggi dalam pelaksanaan MBG.

Penggunaan jenis makanan tersebut, kata Pramono, perlu diperhatikan agar pemberian makanan dalam program MBG tetap sesuai dengan standar nutrisi yang dibutuhkan anak.

Dengan demikian, menurut Pramono, keberhasilan program MBG tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya penerima manfaat yang mendapatkan makanan.

Kualitas makanan, kecukupan gizi, serta kesesuaian makanan dengan kebutuhan penerima manfaat juga perlu menjadi bagian penting dalam evaluasi program tersebut.

Terlebih, tujuan pemberian makanan bergizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak secara menyeluruh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prasmanan MBG Dikritik Pakar: yang Perlu Dibenahi Pengolahan di SPPG, Bukan Penyajian

Prasmanan MBG Dikritik Pakar: yang Perlu Dibenahi Pengolahan di SPPG, Bukan Penyajian

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Jamal Mirdad Rilis Lagu Nasi Hangat, Bawa Pesan tentang Gizi dan Masa Depan Anak Indonesia

Jamal Mirdad Rilis Lagu Nasi Hangat, Bawa Pesan tentang Gizi dan Masa Depan Anak Indonesia

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Prasmanan MBG Tak Cukup Hanya Hangat, Guru Besar UGM Ungkap Empat Hal yang Wajib Dikontrol

Prasmanan MBG Tak Cukup Hanya Hangat, Guru Besar UGM Ungkap Empat Hal yang Wajib Dikontrol

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Model Prasmanan MBG Tak Otomatis Aman, Pakar Ingatkan Risiko Perkembangbiakan Bakteri

Model Prasmanan MBG Tak Otomatis Aman, Pakar Ingatkan Risiko Perkembangbiakan Bakteri

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Gibran Turun Tangan Urus Keracunan MBG: Bentuk Empati atau Panggung Politik?

Gibran Turun Tangan Urus Keracunan MBG: Bentuk Empati atau Panggung Politik?

Video | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:00 WIB

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Terkini

Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi

Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Survei Global Catat Mayoritas Perusahaan Cari Alternatif VMware

Survei Global Catat Mayoritas Perusahaan Cari Alternatif VMware

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PDIP Semprot KPU Soal Ijazah Gibran: Komisioner Bermasalah Jangan Maju Lagi

PDIP Semprot KPU Soal Ijazah Gibran: Komisioner Bermasalah Jangan Maju Lagi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Temukan Sederet Pelanggaran Higienitas di 88 Seoul, Pemkot Bandung Isyaratkan Sanksi Penutupan

Temukan Sederet Pelanggaran Higienitas di 88 Seoul, Pemkot Bandung Isyaratkan Sanksi Penutupan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Jeda dari Media Sosial: Kita Tetap Baik-baik Saja Tanpa Update Setiap Hari

Jeda dari Media Sosial: Kita Tetap Baik-baik Saja Tanpa Update Setiap Hari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam

Kabut Asap Tak Hanya Ganggu Belajar, Anak-anak di Pekanbaru Terserang Demam

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret

Bekaci | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

Nusron Dapat Peringatan dari KPK: Sebagai Pejabat Hendaknya Menjadi Teladan dalam Bernegara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:49 WIB

×