Potongan Dibatasi 8 Persen, Riset UGM Ungkap Penghasilan Ojol Masih Rendah

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:40 WIB
Potongan Dibatasi 8 Persen, Riset UGM Ungkap Penghasilan Ojol Masih Rendah
Ilustrasi - Pengemudi ojek online menjemput penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Dua peneliti UGM meriset 2.120 responden di lima kota pada September hingga Oktober 2026.
  • Pemerintah menerapkan aturan potongan aplikator ojek online maksimal 8 persen melalui Peraturan Presiden.
  • Biaya operasional tinggi membuat pendapatan bersih pengemudi ojol masih berada di bawah UMP Jakarta.

Suara.com - Pemerintah resmi membatasi potongan aplikator ojek online (ojol) maksimal 8 persen melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital.

Namun, riset dua peneliti Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Danang Parikesit dan Rizka Fahmi Amrozi, menunjukkan kebijakan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi.

Riset yang dilakukan pada 8 September hingga 2 Oktober 2026 itu melibatkan 2.120 responden, terdiri atas 1.040 mitra pengemudi dan 1.080 pelanggan di lima kota, yakni Jakarta (33,3 persen), Yogyakarta (18,8 persen), Makassar (14,8 persen), Bandung (15,7 persen), dan Surabaya (14,7 persen).

Pengambilan sampel menggunakan metode Cochran dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan standar galat 5 persen. Responden berasal dari lima segmen layanan, yaitu ojek online, taksi online, pengiriman makanan, serta kurir barang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Khusus responden pengemudi ojol, mayoritas menggunakan platform GoRide (44 persen) dan GrabBike (38 persen).

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit. (Suara.com/Achmad Fauzi).
Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit. (Suara.com/Achmad Fauzi).

Rizka menjelaskan, dari 249 pengemudi ojol yang menjadi responden, sebanyak 75 persen merupakan pengemudi penuh waktu yang menjadikan platform transportasi online sebagai sumber penghidupan utama, bukan pekerjaan sampingan.

Sebagian besar responden bekerja selama 8–10 jam per hari (52 persen), menyelesaikan 11–15 pesanan (55 persen), dan menempuh jarak 31–90 kilometer.

"Melalui riset ini juga menunjukkan bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi beban terbesar harian disusul dengan biaya perawatan kendaraan yang tidak terprediksi namun tidak dapat dihindari," kata Rizka dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Riset tersebut juga memproyeksikan neraca keuangan bulanan pengemudi ojol. Dengan pendapatan kotor Rp150.000–Rp250.000 per hari dan asumsi 24 hari kerja, pendapatan kotor bulanan diperkirakan mencapai Rp3,6 juta hingga Rp6 juta.

baca juga

Setelah dikurangi biaya operasional harian dan cadangan perawatan kendaraan, penghasilan bersih mitra ojol diperkirakan berkisar Rp2,4 juta hingga Rp4,8 juta per bulan. Sementara itu, pengeluaran bulanan diperkirakan mencapai Rp1,2 juta hingga Rp3,2 juta, bergantung pada frekuensi kerja dan biaya tak terduga.

Bagi pengemudi yang menggunakan kendaraan sewaan atau masih mencicil kendaraan dengan biaya sekitar Rp1,2 juta per bulan, penghasilan bersih diperkirakan hanya Rp1,35 juta hingga Rp3,75 juta.

Angka tersebut setara dengan 24–65 persen dari upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp5.729.876 per bulan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa biaya kepemilikan atau penggunaan kendaraan menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan dalam melihat pendapatan bersih driver ojol, yang dalam skema ini masih berada di bawah standar upah minimum DKI Jakarta," tuturnya.

Rizka mengatakan, biaya operasional harian dan berkala, mulai dari bahan bakar, makan, servis kendaraan, hingga sewa kendaraan, masih menggerus pendapatan mitra ojol.

Kondisi tersebut menyisakan ruang terbatas bagi pengemudi untuk menabung maupun membangun perlindungan sosial secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perpres Ojol dan Problem Kemitraan: Saat Negara Lepas dari Kewajiban Buruh

Perpres Ojol dan Problem Kemitraan: Saat Negara Lepas dari Kewajiban Buruh

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Usulan Sistem Parkir Baru Jakarta: Bayar Wajib Nontunai dan Diawasi CCTV, Ojol Gratis 30 Menit

Usulan Sistem Parkir Baru Jakarta: Bayar Wajib Nontunai dan Diawasi CCTV, Ojol Gratis 30 Menit

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Pakar UGM Kritik Solusi Kekeringan Cuma Dropping Air, Dorong Warga Panen Air Hujan

Pakar UGM Kritik Solusi Kekeringan Cuma Dropping Air, Dorong Warga Panen Air Hujan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:26 WIB

YLKI Bongkar Sisi Gelap Perpres Ojol: Konsumen Jangan Jadi Korban!

YLKI Bongkar Sisi Gelap Perpres Ojol: Konsumen Jangan Jadi Korban!

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:00 WIB

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Terkini

KPK Buka Peluang Panggil Kepala BNPB Suharyanto Terkait OTT

KPK Buka Peluang Panggil Kepala BNPB Suharyanto Terkait OTT

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah pada Rabu Sore

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah pada Rabu Sore

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Perpres Ojol dan Problem Kemitraan: Saat Negara Lepas dari Kewajiban Buruh

Perpres Ojol dan Problem Kemitraan: Saat Negara Lepas dari Kewajiban Buruh

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:30 WIB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:28 WIB

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

×