- TikTok News Partnership Manager Tika Primandari menyatakan Gen Z kini beralih menggunakan TikTok daripada televisi untuk mencari berita.
- Pernyataan tersebut disampaikan Tika dalam acara Local Media Summit 2026 di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026.
- Tingkat konsumsi berita harian di TikTok meningkat sebesar 30 persen secara tahunan dari tahun 2024 hingga 2025.
Suara.com - TikTok News Partnership Manager Indonesia, Tika Primandari mengungkapkan kalau tren konsumsi berita di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mulai berubah. Mereka cenderung lebih memilih media sosial seperti TikTok alih-alih mendapatkan informasi berita dari televisi (TV).
Tika memaparkan bahwa tingkat konsumsi berita harian di TikTok terus meningkat sebesar 30 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari tahun 2024 hingga 2025.
Berdasarkan data internal dan hasil survei global TikTok, platform tersebut kini telah beralih fungsi menjadi wadah utama penyuplai berita bagi audiens.
"Lebih dari setengah pengguna TikTok globally ternyata mereka itu mendapatkan news dari TikTok," ungkap Tika dalam acara Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Tika menambahkan bahwa satu dari empat pengguna platform tersebut kini masuk ke dalam aplikasi secara spesifik untuk mencari pembaruan berita harian.
"Jadi teman-teman, audiences-nya ada, pasarnya ada di situ," timpal dia.
Pergeseran tren audiens ini turut diamini oleh praktisi di lapangan. Seorang jurnalis televisi dari B-Universe yang juga merangkap sebagai kreator berita di TikTok, Zhulfakar, mengakui bahwa dorongan utamanya merambah ke konten vertikal justru berawal dari keresahannya terhadap eksistensi media konvensional di mata generasinya.
"Awal mau ngonten itu berawal dari keresahan bahwa kayak ada stigma, 'Siapa sih yang masih nonton TV?'" kata Zhulfakar.
"Apalagi teman-teman seumuranku. Terus aku jawab, ya aku juga enggak nonton lagi TV sih sebenarnya. Aku cuma nonton TV ketika pas aku live report aja," lanjut dia.
Realitas bahwa Gen Z tak lagi menjadikan televisi sebagai rujukan informasi mendorong Zhulfakar untuk beradaptasi.
"Kenapa orang-orang yang seumuranku, kalangan Gen Z ini, sudah enggak mengkonsumsi media mainstream atau media konvensional gitu? Dari situ ada keinginan aku untuk menyampaikan informasi yang lebih relevan dan bisa diterima oleh teman-teman seumuranku itu, si Gen Z ini," paparnya.
Untuk menjembatani pergeseran masif ini, TikTok kini meluncurkan program "News Creator". Inisiatif ini membuka jalan bagi jurnalis untuk mengawinkan ketajaman verifikasi jurnalistik dengan gaya penyampaian autentik khas media sosial demi mempertahankan relevansi berita di hadapan audiens muda.