Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo

Pebriansyah Ariefana

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:18 WIB
Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) berbincang dengan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kanan) usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/kye]
baca 10 detik
  • Said Iqbal sebut target 19 juta lapangan kerja adalah janji Gibran, bukan Prabowo.

  • Said Iqbal menilai klaim belasan juta lapangan kerja tersebut hiperbola dan tidak realistis.

  • Sorotan publik menguat mengingat angka fantastis tersebut diumbar di tengah maraknya fenomena PHK.

Suara.com - Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal, melontarkan pernyataan menohok terkait janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang sempat diusung pada Pilpres 2024. Ia menegaskan bahwa komitmen angka tersebut datang langsung dari Gibran Rakabuming Raka, bukan berasal dari Prabowo Subianto.

Pernyataan ini menggeser narasi publik mengenai siapa pemegang kendali utama di balik janji manis masa kampanye lalu. Publik kini melihat adanya pembagian batas tanggung jawab yang tajam di dalam struktur kepemimpinan baru.

Langkah Said memisahkan porsi janji antara presiden dan wakil presiden menciptakan dinamika politik baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penilaian ini menantang asumsi masyarakat bahwa seluruh program kampanye merupakan keputusan tunggal Prabowo.

"Itu bukan pak Prabowo kan yang ngomong, wakilnya mas Gibran kan. Pas kampanye biasakan, hoperbola. Itu kan bahasa kampanye. Kalau ditanya apakah realistis? Jelas tidak realistis," kata Said Iqbal dikutip dari wawancara Nusantara TV.

Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadikan penciptaan 19 juta lapangan kerja sebagai salah satu jualan utama pada masa kampanye Pilpres 2024.

Program ini dirancang untuk menarik simpati pemilih muda dan angkatan kerja yang mendambakan kepastian mata pencaharian.

Namun, memasuki masa pemerintahan, bayang-bayang PHK massal dan lesunya penyerapan tenaga kerja justru menjadi tantangan nyata. Kondisi objektif dunia kerja inilah yang membuat janji 19 juta kesempatan kerja tersebut kini dipertanyakan keabsahannya.

Berdasarkan data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia mencapai 63.789 orang sepanjang Januari hingga September 2026.

5 provinsi dengan jumlah tenaga kerja terkena PHK terbanyak secara nasional adalah:

baca juga

1. Jawa Barat: 13.044 orang (~20,45%)

2. Banten: 7.733 orang

3. Jawa Timur: 6.154 orang

4. Jawa Tengah: 5.585 orang

5. DKI Jakarta: 4.587 orang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:52 WIB

IPW Desak Prabowo Terbitkan Inpres soal Larangan Penggunaan Vape di Institusi Pemerintahan

IPW Desak Prabowo Terbitkan Inpres soal Larangan Penggunaan Vape di Institusi Pemerintahan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran

Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:30 WIB

ICBP Mulai Buyback Hari Ini, Kucurkan Dana Rp750 Miliar

ICBP Mulai Buyback Hari Ini, Kucurkan Dana Rp750 Miliar

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:29 WIB

3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari

3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu

Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Waspada

Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Waspada

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?

Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo

Said Iqbal: 19 Juta Lapangan Kerja itu Janji Gibran, Bukan Prabowo

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

Hujan Buatan Jadi Jurus Baru Jakarta Sapu Polusi Udara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:13 WIB

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Kabut Asap Memburuk, Pemkot Palu Perpanjang Sekolah Daring

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Berapa Harga Blush On Inez? Intip Pilihan Warna dan Kesan Pembeli

Berapa Harga Blush On Inez? Intip Pilihan Warna dan Kesan Pembeli

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:11 WIB

×