Program 25 Juta Rekening Bansos Rawan Potongan Liar hingga Politisasi

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:45 WIB
Program 25 Juta Rekening Bansos Rawan Potongan Liar hingga Politisasi
ilustrasi rekening bansos (unplash)
baca 10 detik
  • Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening bagi 25 juta warga.
  • Pakar UMY menilai efektivitas program bansos digital ini terancam masalah data, kesenjangan digital, dan literasi.
  • Pemerintah didesak membuka transparansi data, melakukan edukasi keuangan, serta audit berkala untuk mencegah penyimpangan.

Suara.com - Pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk menjalankan program 'Satu Orang Satu Rekening' yang menyasar 25 juta warga kategori desil 1 sampai 4.

Program ini bertujuan mendorong inklusi keuangan, mendigitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos), serta memperkuat audit trail penyaluran dana publik.

Menanggapi hal itu, Pakar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ulung Pribadi, menilai bahwa secara desain kebijakan, langkah tersebut merupakan sebuah kemajuan untuk menekan biaya operasional penyaluran tunai secara manual yang selama ini rawan pemotongan.

Kendati demikian, efektivitas infrastruktur perbankan tidak serta-merta menjamin ketepatan sasaran bansos jika persoalan di tingkat hulu belum diselesaikan.

"Efektif secara infrastruktur, belum tentu efektif secara outcome," kata Ulung, dikutip Senin (26/10/2026).

Ia membeberkan setidaknya terdapat empat pekerjaan rumah besar dalam penyaluran bansos saat ini, mulai dari akurasi Data Terpadu Sosial-Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sangat dinamis, kesenjangan digital di kawasan 3T, fragmentasi program antarkementerian, hingga minimnya literasi keuangan masyarakat sasaran.

Tanpa pemutakhiran data secara real-time di tingkat desa, pembuatan rekening baru dikhawatirkan hanya menjadi tempat penampungan baru bagi data penerima yang bermasalah.

"Efektif jika yang kita ukur adalah mengurangi kebocoran di perantara, mempercepat rekonsiliasi data penyaluran dan memberi warga miskin identitas keuangan formal," ujarnya.

"Tetapi rekening saja tidak menjamin bansos tepat sasaran kalau problem hulunya belum beres," imbuhnya.

Ulung turut menyoroti potensi risiko operasional perbankan terkait alokasi anggaran awal sebesar Rp50 ribu per rekening serta estimasi biaya operasional yang dinilai sangat tipis.

Risiko rekening menjadi tidak aktif atau dormant sangat tinggi apabila warga penerima langsung menarik habis saldonya tanpa dibekali edukasi keuangan secara bertahap.

"Rp50 ribu kali 25 juta (warga) = Rp1,25 triliun. Sisa Rp30 miliar untuk operasional 25 juta rekening itu sangat tipis, sekitar Rp 1.200 per rekening. Artinya bank menanggung biaya KYC, verifikasi, dan maintenance sebagai biaya akuisisi. Risiko rekening jadi dormant, diblokir sistem, lalu bansos gagal cair sangat tinggi," ungkapnya.

Selain masalah rekening dormant, kata Ulung, terdapat ancaman kerawanan lain yang harus diantisipasi sejak dini, misalnya praktik potongan liar saat aktivasi.

"Saat warga yang gaptek diminta aktivasi, rawan ada oknum yang minta biaya aktivasi atau menjual produk asuransi/paylater yang menempel di rekening. Ini sudah terjadi di program bantuan sebelumnya," tandasnya.

Selain itu, terdapat ancaman komersialisasi produk keuangan kepada warga, potensi percaloan rekening untuk aktivitas ilegal seperti judi online, hingga moral hazard berupa politisasi dana bansos menjelang kontestasi politik.

"Menjelang pemilu, rekening bansos yang sudah ada sangat mudah dijadikan alat mobilisasi. Kalau tidak ada firewall yang jelas antara data bansos dan kepentingan elektoral, efektivitas bisa berubah menjadi politisasi," ujarnya.

Untuk mengantisipasi berbagai celah penyimpangan tersebut, pemerintah didesak menerapkan tiga langkah pengawalan utama, yakni membuka dashboard DTSEN secara transparan untuk publik, melaksanakan edukasi keuangan secara tatap muka di pedesaan, serta melakukan audit berkala oleh OJK dan LPS terhadap rekening bansos.

"Intinya, membuka rekening itu 10 persen pekerjaan, membuat rekening itu tetap aktif, aman, dan benar-benar dipakai untuk produktivitas adalah 90 persen pekerjaan selanjutnya," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted...

Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted...

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Bukan Sekali-Dua Kali, Korporasi Asing Terlibat Karhutla Belasan Kali Melanggar

Bukan Sekali-Dua Kali, Korporasi Asing Terlibat Karhutla Belasan Kali Melanggar

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:09 WIB

Usul Unsur Kerugian Negara Dihapus dari Korupsi, Luhut Disentil Dua Politisi PKS

Usul Unsur Kerugian Negara Dihapus dari Korupsi, Luhut Disentil Dua Politisi PKS

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hidup Mereka di 2 Tahun Prabowo - Gibran: Downgrade Kebutuhan Makan hingga Kuota Internet

Hidup Mereka di 2 Tahun Prabowo - Gibran: Downgrade Kebutuhan Makan hingga Kuota Internet

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Dari Kopdes hingga Dapur MBG, Keterlibatan TNI-Polri Dinilai Berisiko Bagi Warga Sipil

Dari Kopdes hingga Dapur MBG, Keterlibatan TNI-Polri Dinilai Berisiko Bagi Warga Sipil

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Program 25 Juta Rekening Bansos Rawan Potongan Liar hingga Politisasi

Program 25 Juta Rekening Bansos Rawan Potongan Liar hingga Politisasi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:45 WIB

OJK Respons Pernyataan Wail Ketua DPR Dasco soal Indonesia Bikin Lembaga Rating Sendiri

OJK Respons Pernyataan Wail Ketua DPR Dasco soal Indonesia Bikin Lembaga Rating Sendiri

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Asal Bangun, Viral Kopdes di Sini Hampir Tenggelam karena Banjir

Asal Bangun, Viral Kopdes di Sini Hampir Tenggelam karena Banjir

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kaiju No. 8 Tutup Cerita Anime Lewat Film The Final Mission, Tayang 2027

Kaiju No. 8 Tutup Cerita Anime Lewat Film The Final Mission, Tayang 2027

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Bukan Sekadar Ajang Berebut Medali, Ini Target Besar di Balik Porprov Jateng 2026

Bukan Sekadar Ajang Berebut Medali, Ini Target Besar di Balik Porprov Jateng 2026

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:37 WIB

37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda

37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda

Kaltim | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Kasus Perundungan Berulang, DPR Dorong Undang-Undang Khusus untuk Lindungi Anak

Kasus Perundungan Berulang, DPR Dorong Undang-Undang Khusus untuk Lindungi Anak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran

Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:30 WIB

ICBP Mulai Buyback Hari Ini, Kucurkan Dana Rp750 Miliar

ICBP Mulai Buyback Hari Ini, Kucurkan Dana Rp750 Miliar

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:29 WIB

3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari

3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:27 WIB

×