Jakarta Targetkan Defisit Sampah pada 2029

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:54 WIB
Jakarta Targetkan Defisit Sampah pada 2029
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menandatangani kerja sama pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung memproyeksikan neraca sampah DKI Jakarta akan mengalami defisit pada tahun 2029 mendatang.
  • Pemerintah Kota Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta menandatangani kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Pemerintah menerapkan pemilahan sampah, fasilitas RDF, dan teknologi pirolisis untuk mengatasi jutaan ton timbunan limbah.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan neraca sampah ibu kota akan mengalami defisit atau berbalik negatif pada 2029 mendatang, seiring masifnya pengolahan limbah modern di berbagai fasilitas terpadu.

Target besar tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menandatangani kerja sama pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota, Senin (26/10/2026).

Pramono mengungkapkan bahwa perubahan mendasar pada sistem pengolahan limbah ini akan membalikkan keadaan pelik di Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi beban lingkungan.

"Saya membayangkan di tahun 2029 orang akan berlomba-lomba untuk ke Bantargebang, memanfaatkan sampah-sampah yang tertimbun lama yang sekarang ini sudah mulai bisa digunakan berbagai hal karena perkembangan teknologi yang ada, sehingga mereka akan sangat mudah untuk memanfaatkan itu," harapnya.

Pengurangan volume timbunan harian Jakarta yang kini menyentuh 9.000 ton per hari dipicu oleh efektivitas Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah dari sumber.

Selain itu, operasional pabrik bahan bakar turunan sampah (Refuse Derived Fuel) di Rorotan serta penguatan 31 titik Tempat Pengolahan Sampah 3R sukses memangkas pasokan limbah ke Bantargebang secara signifikan.

DKI Jakarta juga tengah mematangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Bantargebang, Tanjungan, dan Simprug guna mengolah sisa limbah harian yang belum terserap.

Meski neraca sampah harian berangsur teratasi, gunungan cadangan sampah masa lalu di kawasan perbatasan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah raksasa bagi Jakarta dan Bekasi.

"Ya kurang lebih di Jakarta ada 80 juta ton sampah, kemudian di Bekasi juga mungkin sekitar 25 juta ton sampah, demikian juga di Kabupaten Bekasi," papar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

baca juga

Guna melenyapkan puluhan juta ton timbunan sampah lawas tersebut, pemerintah daerah bersiap mengadopsi teknologi pirolisis bersama jajaran TNI Angkatan Darat.

Langkah terpadu ini diyakini mampu menyeimbangkan neraca persampahan Jakarta dan Bekasi secara permanen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Ekonomi Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival Tembus Rp625 Miliar

Dampak Ekonomi Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival Tembus Rp625 Miliar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Atasi 105 Juta Ton Sampah, DKI Gandeng TNI AD dan Danantara untuk Pengolahan

Atasi 105 Juta Ton Sampah, DKI Gandeng TNI AD dan Danantara untuk Pengolahan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Eks Pimpinan KPK Dukung Revisi UU Tipikor, Asal Adopsi Instrumen UNCAC

Eks Pimpinan KPK Dukung Revisi UU Tipikor, Asal Adopsi Instrumen UNCAC

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Pejabat BUMN Tak Bisa Lagi Minta Perlakuan Istimewa, Nggak Lagi Pakai Patwal

Pejabat BUMN Tak Bisa Lagi Minta Perlakuan Istimewa, Nggak Lagi Pakai Patwal

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Jadwal Lengkap Piala Asia 2027: Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia?

Jadwal Lengkap Piala Asia 2027: Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia?

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Ditahan Polda Sulsel

Mantan Bupati Gowa Husniah Talenrang Ditahan Polda Sulsel

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Dampak Ekonomi Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival Tembus Rp625 Miliar

Dampak Ekonomi Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival Tembus Rp625 Miliar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:49 WIB

OPPO F35 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 8.000 mAh dan Kamera Selfie 50 MP Jadi Andalan

OPPO F35 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 8.000 mAh dan Kamera Selfie 50 MP Jadi Andalan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Investor Ambil Cuan, IHSG Terpeleset Jatuh ke Level 5.373

Investor Ambil Cuan, IHSG Terpeleset Jatuh ke Level 5.373

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:42 WIB

RUU Perampasan Aset Ditarget Rampung Desember, Pengamat Soroti Risiko Penyalahgunaan Wewenang

RUU Perampasan Aset Ditarget Rampung Desember, Pengamat Soroti Risiko Penyalahgunaan Wewenang

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Geger Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Dialihkan ke Koperasi, Ini Respons Tegas DPR

Geger Isu BPJS Kesehatan Dihapus dan Dialihkan ke Koperasi, Ini Respons Tegas DPR

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Terapi Anak Berbasis Alam, Alternatif Stimulasi Tumbuh Kembang Lewat Eksplorasi

Terapi Anak Berbasis Alam, Alternatif Stimulasi Tumbuh Kembang Lewat Eksplorasi

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×