Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:41 WIB
Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura
Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang melakukan pemangkasan ekspor gas bumi ke Singapura. (Suara.com/Yaumal)
baca 10 detik
  • Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memangkas ekspor gas ke Singapura pada Selasa (27/10/2026) sebagai tindakan keliru.
  • Alasan pemenuhan kebutuhan domestik dibantah karena pasokan gas nasional saat ini sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal.
  • Dampak kebijakan tersebut adalah penurunan devisa negara serta melemahnya posisi tawar karena pasokan gas Indonesia hanya dua persen kebutuhan Singapura.

Suara.com - Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyoroti kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang melakukan pemangkasan ekspor gas bumi ke Singapura. 

Langkah yang diambil pemerintah tersebut dinilai sebagai keputusan keliru yang didasari alih-alih alasan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Keputusan Bahlil untuk menghentikan, kemudian direvisi mengurangi ekspor gas ke Singapura, menurut saya ini keputusan yang blunder dan berpotensi menjadi bumerang bagi Indonesia," kata Fahmy kepada Suara.com, Selasa (27/10/2026).

Fahmy membantah klaim pemerintah yang menjadikan pemenuhan kebutuhan domestik sebagai argumen utama di balik pemangkasan ekspor. 

Menurutnya, kondisi pasokan gas bumi di dalam negeri saat ini sangat berlimpah dan bahkan banyak yang belum termanfaatkan secara optimal.

"Nah, kalau alasannya adalah untuk memprioritaskan kebutuhan di dalam negeri, saya kira tidak benar juga gitu ya, karena ketersediaan gas bumi di Indonesia itu berlimpah ruah bahkan belum digunakan secara optimal," tandasnya.

Keputusan yang tergesa-gesa ini dinilai hanya akan menghantam penerimaan negara sendiri. Pemangkasan volume pengiriman gas ke Singapura secara otomatis bakal memangkas pemasukan devisa hasil ekspor yang sangat dibutuhkan oleh perekonomian nasional.

"Nah, dengan pengurangan tadi yang jelas kerugian Indonesia itu akan mengurangi gitu ya pendapatan devisa yang diperoleh dari ekspor ke Singapura tadi. Itu saya kira blunder gitu ya," ujarnya.

Di sisi lain, gertakan pemangkasan ekspor tersebut justru tidak berampak besar bagi Singapura karena porsi gas Indonesia hanya sekitar dua persen dari total kebutuhan mereka. Kondisi ini membuat posisi tawar Indonesia lemah.

baca juga

Pemerintah mendesak untuk segera menghentikan retorika ancaman dan kembali pada diplomasi yang rasional. Langkah terbaik jangka pendek adalah memperbaiki hubungan bilateral serta tetap menghormati seluruh komitmen kontrak pasokan gas yang masih berjalan.

"Perbaiki hubungan dengan Singapura tadi, kemudian dialogkan, termasuk keputusan untuk mengurangi gas tadi. Kalau memang Singapura masih membutuhkan sesuai dengan kontrak ya penuhi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

Terinspirasi Perjalanan Hidup Bahlil, Golkar Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp200 Juta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

6 Perbedaan Eyelash Extension dan Lash Lift, Mana yang Lebih Aman?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Shio Kambing Api Tahun Berapa? Ini Karakteristik dan Peluang Hokinya

Shio Kambing Api Tahun Berapa? Ini Karakteristik dan Peluang Hokinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Lee Jung Jae dan Mun Ka Young Dilirik untuk Film Baru Sutradara The Thieves

Lee Jung Jae dan Mun Ka Young Dilirik untuk Film Baru Sutradara The Thieves

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:30 WIB

8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini

8 Tahun Dibui, Eks Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Bebas Bersyarat Hari Ini

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis

36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:25 WIB

×