Raih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:34 WIB
Raih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan
Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Puncak Penganugerahan Mandaya Award di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026.
baca 10 detik
  • Pemprov Jawa Tengah meraih Mandaya Award dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta pada 27 Oktober 2026.
  • Penghargaan diberikan karena keberhasilan menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,21 persen pada Maret 2026 melalui kolaborasi berbagai pihak.
  • Menko Muhaimin Iskandar menyatakan Mandaya Award merupakan simbol transformasi pengentasan kemiskinan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan Mandaya Award dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan.

Dalam kategori tersebut, Jawa Tengah bersanding dengan tiga provinsi lain yaitu Lampung, Gorontalo, dan Sumatera Selatan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Puncak Penganugerahan Mandaya Award di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan sejumlah menteri dan wakil menteri terkait lainnya.

Luthfi mengatakan, penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan kepada provinsi Jateng yang telah melakukan upaya-upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai cara, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat.

"Provinsi Jawa Tengah telah mendapatkan Mandaya Awards, salah satu provinsi yang mempunyai kepedulian terkait dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah pengakuan secara nasional yang diberikan oleh Menko kepada Jawa Tengah dan kabupaten/kota," kata Luthfi.

Sebagai informasi, angka kemiskinan di Jawa Tengah per Maret 2026 tercatat 9,21% atau 3,29 juta penduduk. Angka tersebut turun 0,18% dibandingkan September 2025 sebesar 9,39%.

Capaian penurunan ini perlu terus dijaga melalui kolaborasi dari berbagai stakeholder. Mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah desa, kementerian dan lembaga, Baznas Jateng, termasuk sektor swasta melalui program Corparate Social Responsibility (CSR).

Pemberdayaan masyarakat juga diperkuat melalui program Kecamatan Berdaya.

baca juga

"Pemerintah Provinsi tidak bisa berdiri sendiri, kita menerapkan collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif) dengan berbagai pihak termasuk 177 kampus. Akademisi kita terjunkan untuk membantu mereduksi kemiskinan," katanya.

Selain Pemerintah Provinsi, beberapa kabupaten di Jawa Tengah juga mendapatkan penghargaan dalam acara tersebut. Di antaranya Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo untuk kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan. Juga Kabupaten Pekalongan untuk kategori Pemerintah Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan.

"Ini bukti bahwa output daripada kegiatan pembangunan adalah masyarakat bisa berdaya dan sejahtera," ungkapnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penurunan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, mengatakan ada tiga strategi yang dikembangkan di Jawa Tengah untuk menurunkan angka kemiskinan. Pertama, terkait dengan penyelesaian atau pemberian bantuan kepada kelompok yang benar-benar tidak mampu dan rentan.

Kedua, pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui program 1 OPD 1 Desa Dampingan. Program tersebut sudah berjalan efektif lebih dari lima tahun. Ketiga, pemberdayaan masyarakat yang efeknya sangat signifikan karena berkolaborasi dengan pihak swasta dan instansi vertikal lain.

Pemberdayaan itu mulai dari pelatihan, pemberian modal baik dari pemerintah, CSR, Baznas, dan lainnya.

Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan penghargaan Mandaya Award merupakan simbol transformasi pengentasan kemiskinan di Indonesia. Tidak hanya berpusat pada pemberian bantuan sosial tetapi bergeser pada pemberdayaan masyarakat. Termasuk memberikan pendidikan layak bagi abak keluarga miskin atau kurang mampu melalui Sekolah Rakyat.

Di balik turunnya angka kemiskinan di Indonesia dalam dua tahun terakhir ini, kata dia, ada peran dari banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, hingga swasta.

"Kita ingin mendorong transformasi dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi negara kuat dan mandiri," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taj Yasin Kunjungi Keluarga Syabilla, Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov

Taj Yasin Kunjungi Keluarga Syabilla, Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:41 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Gaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik

Gaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan Politik

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Kementerian HAM Minta Warga Tak Cuma Viralkan Dugaan Pelanggaran, Tapi Harus Berani Laporkan

Kementerian HAM Minta Warga Tak Cuma Viralkan Dugaan Pelanggaran, Tapi Harus Berani Laporkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup

Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun

Tinggalkan Hotel Demi Jemput Istri Sah, Motif Cemburu di Balik Jagal Ibu dan Balita di Madiun

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Redam Kepungan Polusi, Modifikasi Cuaca Digelar di Langit Jakarta Hingga 28 Oktober

Redam Kepungan Polusi, Modifikasi Cuaca Digelar di Langit Jakarta Hingga 28 Oktober

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Bulog Kuasai Beras 4,5 Juta Ton, Cadangan Indonesia Unggul Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

Bulog Kuasai Beras 4,5 Juta Ton, Cadangan Indonesia Unggul Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak

Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Bobotoh Tewas Diserang, Eks Bos Klub Eropa: Padahal Timnas Indonesia Baru Juara

Bobotoh Tewas Diserang, Eks Bos Klub Eropa: Padahal Timnas Indonesia Baru Juara

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Rupiah Menuju Rekor Terburuk, Modal Asing Terus Kabur

Rupiah Menuju Rekor Terburuk, Modal Asing Terus Kabur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Bacaan Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Panduan Pemerintah, Lengkap!

Bacaan Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Panduan Pemerintah, Lengkap!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:16 WIB

×