Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

Vania Rossa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:42 WIB
Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR
Kegiatan bertema “Merancang Bersama Pemilu yang Kita Inginkan”. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Sebanyak 31 warga dari 16 provinsi mengikuti Majelis Publik yang diinisiasi Think Policy dan WFD pada 24–25 Oktober 2026.
  • Peserta berdiskusi mengenai kriteria wakil rakyat dan empat aspek sistem pemilu bersama penyelenggara pemilu serta perwakilan partai politik.
  • Rekomendasi pembaruan sistem pemilu yang dirumuskan oleh warga akan disampaikan langsung kepada Komisi II DPR RI.

Suara.com - Sebanyak 31 warga dari 16 provinsi mengikuti Majelis Publik untuk merumuskan rekomendasi pembaruan sistem pemilu. Rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada Komisi II DPR RI sebagai masukan dalam pembahasan pembaruan sistem pemilu.

Kegiatan bertema “Merancang Bersama Pemilu yang Kita Inginkan” ini berlangsung pada 24–25 Oktober 2026. Program tersebut diinisiasi The Reformist, platform publikasi dan keterlibatan publik dari Think Policy, bekerja sama dengan Westminster Foundation for Democracy (WFD).

Majelis Publik mengadaptasi konsep citizens’ assembly, yakni forum yang melibatkan warga terpilih melalui undian atau sortition untuk mempelajari isu kebijakan, berdiskusi, dan menyusun rekomendasi bersama.

Forum ini terbuka bagi warga berusia 16 tahun ke atas tanpa persyaratan pendidikan, pekerjaan, maupun pengalaman di bidang politik dan kebijakan publik.

Deputy Head of Convening Think Policy Efraim Leonard mengatakan, Majelis Publik dirancang agar warga dengan latar belakang berbeda dapat berpartisipasi dalam pembahasan kebijakan.

“Peserta tidak langsung diminta berpendapat, tetapi diajak saling mengenal, membayangkan wakil rakyat yang diharapkan, lalu mendalami isu dan mendengarkan perspektif berbeda sebelum menyusun rekomendasi bersama,” ujar Efraim dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).

Sebelum merumuskan rekomendasi, peserta mengikuti sesi pengenalan dan diskusi untuk menyusun kriteria wakil rakyat ideal. Mereka juga mendapatkan materi mengenai sistem pemerintahan serta peran dan tanggung jawab wakil rakyat dari Komisioner KPU periode 2022–2027 August Mellaz.

Selain itu, peserta berdialog dengan tujuh perwakilan partai politik, yakni Ryan Ernest dari Golkar, Rizal Ilham Pratama dari PKB, Ahmad Fathul Barri dari PKS, Dian Islamiati Fatwa dari PAN, Gerald Wibisana dari PSI, Manik Marganamahendra dari Partai Perindo, dan Patria Ginting dari PDI-P.

Dalam dialog tersebut, peserta menggali sejumlah persoalan, mulai dari kaderisasi partai, rekrutmen calon anggota legislatif, pendanaan kampanye, hingga penyaluran aspirasi masyarakat.

baca juga

Pada hari kedua, peserta membahas empat aspek sistem pemilu, yaitu sistem proporsional, ambang batas parlemen, jadwal pemilu, dan besaran daerah pemilihan. Diskusi dipandu Direktur Eksekutif Perludem Heroik M. Pratama bersama fasilitator Andhyta F. Utami, Founder sekaligus Chief Experiment Officer Think Policy.

Peserta mempertimbangkan berbagai konsekuensi dari pilihan sistem pemilu, termasuk hubungan antara kemudahan memilih, akuntabilitas wakil rakyat, keterwakilan suara, dan efektivitas parlemen.

Direktur Eksekutif Perludem Heroik M. Pratama mengatakan, setiap sistem pemilu memiliki konsekuensi sehingga masyarakat perlu memahami dampak dari setiap pilihan sebelum menentukan sikap.

“Tidak ada sistem Pemilu yang sempurna. Setiap pilihan memiliki konsekuensi terhadap keterwakilan dan cara parlemen bekerja,” ujar Heroik.

Melalui Majelis Publik, penyelenggara berharap perspektif warga dapat menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan. Rekomendasi yang dihasilkan akan disampaikan kepada Komisi II DPR RI sebagai masukan dalam pembahasan pembaruan sistem pemilu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Harta Pejabat di Luar LHKPN Diusulkan Bisa Dirampas Negara: Bagaimana Batas Hukumnya?

Harta Pejabat di Luar LHKPN Diusulkan Bisa Dirampas Negara: Bagaimana Batas Hukumnya?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng

Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Hitung-hitungan Pajak iPhone Duo dari Luar Negeri vs Resmi Indonesia

Hitung-hitungan Pajak iPhone Duo dari Luar Negeri vs Resmi Indonesia

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Ulasan Pekan 7 Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak, Persib ke Jalur Kemenangan

Ulasan Pekan 7 Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak, Persib ke Jalur Kemenangan

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pengalaman Kuliner Ini Mengajak Tamu Menyelami Cerita di Balik Hidangan

Pengalaman Kuliner Ini Mengajak Tamu Menyelami Cerita di Balik Hidangan

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Cara Mengeringkan Sepatu Kehujanan Tanpa Dijemur, Praktis dan Gak Bikin Rusak!

Cara Mengeringkan Sepatu Kehujanan Tanpa Dijemur, Praktis dan Gak Bikin Rusak!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya

Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×