- Satlantas Polda Metro Jaya mengerahkan 1.249 personel untuk mengamankan 53 aksi demonstrasi di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik Jakarta dengan membawa lima poin tuntutan penting.
- Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional guna mengantisipasi kemacetan akibat adanya puluhan aksi unjuk rasa tersebut.
![Massa dari berbagai elemen Mahasiswa dan masyarakat saat mengikuti aksi unjuk rasa peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/20/12243-demo-mahasiswa-di-tugu-tani-demo-di-tugu-tani-demo-dua-tahun-prabowo-gibran.jpg)
Salah satu aksi dilakukan oleh Komite Sadar, yang rencananya akan melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Sebagai informasi, Komite Sadar merupakan aliansi mahasiswa yang terdiri dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya BEM UI, KM ITB, SEMA UGM, BEM Undip, EM UB, BEM KM Unnes, BEM Unair, dan Aliansi BEM Se-Unpad.
Ada 5 tuntutan yang akan mereka sampaikan dalam aksi kali ini. Kelimanya yakni:
1. Tetapkan Status Bencana Nasional, Adili Korporasi yang Bertanggungjawab, dan Tuntaskan Integrasi Tata Kelola Lahan;
2. Wujudkan APBN untuk Kepentingan Rakyat dan Hentikan Pemborosan untuk Kepentingan Politik Berkedok Program Populis seperti MBG dan KDMP;
3. Turunkan Biaya Pendidikan dan Berikan Akses Layanan Dasar yang Merata;
4. Hentikan Penggunaan Hukum untuk Penyalahgunaan Kekuasaan dan Berantas KKN;
5. Kembalikan Kebebasan Bersuara, Adili Pelanggar HAM, dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil.