Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:53 WIB
Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia
Parade alutsista berbaris saat gladi resik menyambut HUT TNI 2025 di kawasan Monas, Jakarta. (Suara.com/Alfian Winanto)

Suara.com - Dua Tahun Gerak Nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung tugas kemanusiaan.

Pengadaan alutsista ini menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif, mengingat Indonesia memiliki wilayah luas dan terdiri atas ribuan pulau.

Presiden Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.

“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Prabowo, ditulis Selasa (20/10/2026).

Ia menambahkan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan agar TNI semakin efektif dalam menjalankan tugasnya.

“Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut

Dua fregat buatan Italia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, menjadi bagian dari penguatan armada TNI AL. Kapal produksi Fincantieri tersebut diserahkan secara bertahap.

baca juga

Kedua kapal kini memperkuat Koarmada II di Surabaya untuk mendukung pengamanan wilayah laut Indonesia.

Selain fregat, TNI AL juga menerima Kapal Cepat Rudal (KCR) baru yang bernama KRI Belati. Ini merupakan kapal perang multifungsi yang dapat difungsikan sebagai kapal patroli maupun kapal kombatan yang diproduksi di dalam negeri.

Terbaru, Indonesia juga menerima KRI Sriwijaya-100, kapal induk eks Angkatan Laut Italia yang diperoleh melalui hibah dan secara resmi diterima pada 24 September 2026.

Kapal sepanjang 180,2 meter ini memiliki dek penerbangan yang dapat menampung sejumlah helikopter dan pesawat nirawak, serta mampu mencapai kecepatan sekitar 30 knot.

A400M dan Rafale Perkuat Kekuatan Udara

TNI Angkatan Udara menerima dua pesawat angkut Airbus A400M Atlas dalam dua tahap, yakni November 2025 dan Maret 2026. Pesawat ini mampu mengangkut hingga 116 personel bersenjata lengkap, berbagai kendaraan, serta perlengkapan militer berukuran besar.

Jet Tempur Rafale Terbang Rendah Jelang HUT RI ke-81. (Suara.com/Novian)
Jet Tempur Rafale Terbang Rendah Jelang HUT RI ke-81. (Suara.com/Novian)

Kemampuan angkut tersebut juga berguna dalam misi kemanusiaan. A400M telah dikerahkan untuk mendukung pengiriman logistik bagi korban gempa di Sumatra dan Aceh.

Sementara itu, jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai tiba pada 2026. Dari total 42 unit yang dipesan, enam pesawat dilaporkan telah berada di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Rafale memiliki kecepatan maksimum Mach 1,8 dan mampu membawa persenjataan hingga 9.500 kilogram. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kesiapan TNI AU dalam menjaga ruang udara nasional.

Indonesia juga menerima empat unit Dassault Falcon 8X. Jet berkapasitas 13–16 penumpang ini memiliki jangkauan terbang hingga 11.945 kilometer, sehingga dapat menunjang kebutuhan mobilitas udara jarak jauh.

Lalu, untuk melengkapi kemampuan matra udara ini, juga didatangkan delapan unit helikopter H225M Caracal dan dua unit helikopter H225T VVIP. Kedua tipe helikopter ini sebagai penunjang kebutuhan angkut taktis militer.

Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Kemampuan Operasional

Di lingkungan TNI Angkatan Darat, dua helikopter Mi-35M buatan Rusia diterima pada pertengahan 2026 dan mulai beroperasi di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, pada awal September.

Meski memiliki kemampuan tempur, helikopter tersebut direncanakan lebih banyak mendukung pengiriman logistik di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis.

Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat pada September 2026. Kendaraan ini mampu membawa 24 personel dan bergerak di darat maupun air.

Ditenagai mesin berkekuatan 525 horsepower, AAV-M35 dapat melaju hingga 75 kilometer per jam di darat dan 15 kilometer per jam di air.

Kendaraan tersebut juga dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 milimeter serta pelontar granat otomatis 40 milimeter untuk mendukung operasi tempur.

Ragam alutsista baru tersebut menunjukkan upaya memperkuat kemampuan TNI di berbagai matra.

Dalam semangat Dua Tahun Gerak Nyata, penguatan alutsista diharapkan membangun TNI yang semakin tangguh dan efektif. Tujuannya bukan sekadar menjaga kedaulatan, melainkan juga memastikan negara memiliki kemampuan lebih baik untuk melindungi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Asta Cita, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

Asta Cita, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:50 WIB

UMKM Binaan Astra Bukukan Potensi Transaksi Rp104,9 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

UMKM Binaan Astra Bukukan Potensi Transaksi Rp104,9 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan

PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini

Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:53 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Atur Penyitaan Berbasis Nilai Demi Kejar Sisa Kerugian Negara

RUU Perampasan Aset Didesak Atur Penyitaan Berbasis Nilai Demi Kejar Sisa Kerugian Negara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Urutan Pemakaian Retinol dan Niacinamide Malam Hari agar Kulit Tetap Nyaman

Urutan Pemakaian Retinol dan Niacinamide Malam Hari agar Kulit Tetap Nyaman

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Infinix Note 50S 5G+: Ponsel Wangi dengan Layar 144Hz dan Performa Gesit

Infinix Note 50S 5G+: Ponsel Wangi dengan Layar 144Hz dan Performa Gesit

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:45 WIB

6 Cara Mengatasi Kulit Kering saat Musim Hujan, Mudah tapi Sering Disepelekan

6 Cara Mengatasi Kulit Kering saat Musim Hujan, Mudah tapi Sering Disepelekan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Revitalisasi Benteng Somba Opu, Pemprov Sulsel Dukung Jadi Cagar Budaya Nasional

Revitalisasi Benteng Somba Opu, Pemprov Sulsel Dukung Jadi Cagar Budaya Nasional

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Dua Perampok yang Tewaskan Nenek 61 Tahun di Solok Selatan Ditangkap

Dua Perampok yang Tewaskan Nenek 61 Tahun di Solok Selatan Ditangkap

Sumbar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Pengeluaran Rokok Warga RI Tembus Rp94 Ribu per Bulan, Lebih Tinggi dari Belanja Pangan

Pengeluaran Rokok Warga RI Tembus Rp94 Ribu per Bulan, Lebih Tinggi dari Belanja Pangan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Polisi Bunuh Ibu Kandung: Dinas di Biddokkes Polda Riau, Punya Riwayat Kontrol di RSJ

Polisi Bunuh Ibu Kandung: Dinas di Biddokkes Polda Riau, Punya Riwayat Kontrol di RSJ

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:37 WIB

×